Kementerian HAM Dukung Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo mengingatkan kepada masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan demam berdarah pada musim hujan ini.
masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang bisa muncul di musim hujan ini, yakni infeksi saluran pernapasan akut, diare, dan demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulonprogo Senin mengatakan, pada musim hujan ini, beberapa penyakit pun berpotensi meningkat, sehingga diperlukan kesiapsiagaan.
"Ada tiga penyakit yang diwaspadai kemunculannya di musim hujan. Kami mewaspadai adanya infeksi saluran pernapasan akut -ISPA-, diare, dan demam berdarah," kata Budi.
Ia menjelaskan, penyakit ISPA ditandai dengan gejala panas, batuk, dan pilek sebagai akibat dari perubahan cuaca ekstrem. Sedangkan diare bisa meningkat karena potensi air yang terkontaminasi di musim hujan ini.
BACA JUGA: Dinkes Kulonprogo Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Cacar Air
Budi juga tetap mewaspadai demam berdarah, yang sempat melonjak namun saat ini sudah mulai melandai. Begitu pula dengan leptospirosis, yang pernah menyebabkan kematian di tahun 2022 dan 2023.
"Kasus demam berdarah menurun sejak sebulan terakhir, sedangkan kasus leptospirosis juga tidak sebanyak sebelumnya," katanya.
Menurut Budi, kesadaran masyarakat saat ini sudah lebih baik sehingga jumlah kasusnya bisa ditekan. Namun potensi penyebarannya tetap ada, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama di musim penghujan ini.
Itu sebabnya, edukasi ke masyarakat terus digencarkan terkait gejala sampai cara penularan berbagai penyakit tersebut. Tujuannya agar mereka tahu bagaimana cara penanganan yang tepat.
Pihaknya juga memastikan kesiapan dari penanganan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Seperti kesiapan dari tenaga, peralatan, obat-obatan, hingga alur penanganan terhadap sejumlah penyakit tersebut.
"Masyarakat juga perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh sebagai pencegahan," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.