Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 589,23 Hektare Terdampak dan Jalur Torean Ditutup
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo mengingatkan kepada masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan demam berdarah pada musim hujan ini.
masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang bisa muncul di musim hujan ini, yakni infeksi saluran pernapasan akut, diare, dan demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulonprogo Senin mengatakan, pada musim hujan ini, beberapa penyakit pun berpotensi meningkat, sehingga diperlukan kesiapsiagaan.
"Ada tiga penyakit yang diwaspadai kemunculannya di musim hujan. Kami mewaspadai adanya infeksi saluran pernapasan akut -ISPA-, diare, dan demam berdarah," kata Budi.
Ia menjelaskan, penyakit ISPA ditandai dengan gejala panas, batuk, dan pilek sebagai akibat dari perubahan cuaca ekstrem. Sedangkan diare bisa meningkat karena potensi air yang terkontaminasi di musim hujan ini.
BACA JUGA: Dinkes Kulonprogo Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Cacar Air
Budi juga tetap mewaspadai demam berdarah, yang sempat melonjak namun saat ini sudah mulai melandai. Begitu pula dengan leptospirosis, yang pernah menyebabkan kematian di tahun 2022 dan 2023.
"Kasus demam berdarah menurun sejak sebulan terakhir, sedangkan kasus leptospirosis juga tidak sebanyak sebelumnya," katanya.
Menurut Budi, kesadaran masyarakat saat ini sudah lebih baik sehingga jumlah kasusnya bisa ditekan. Namun potensi penyebarannya tetap ada, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama di musim penghujan ini.
Itu sebabnya, edukasi ke masyarakat terus digencarkan terkait gejala sampai cara penularan berbagai penyakit tersebut. Tujuannya agar mereka tahu bagaimana cara penanganan yang tepat.
Pihaknya juga memastikan kesiapan dari penanganan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Seperti kesiapan dari tenaga, peralatan, obat-obatan, hingga alur penanganan terhadap sejumlah penyakit tersebut.
"Masyarakat juga perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh sebagai pencegahan," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.