Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul melakukan pendataan sasaran dari program pemerintah pusat berupa pemeriksaan kesehatan gratis.
Data tersebut, nantinya akan divalidasi dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos) Bantul untuk memastikan sasaran pemeriksaan kesehatan gratis tepat sasaran.
"Tapi yang pasti yang di wilayah itu sudah kita data semua. Tapi, jika lihat edaran, ini kan nanti pakai BPJS . Nah, kemungkinan yang pakai NIK, akan dikembalikan ke PPK [Pemberi Pelayanan Kesehatan] setempat. Tapi ini masih kemungkinan," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho, kepada Harian Jogja, Selasa (7/1/2025).
Untuk lebih jelasnya, Abed mengaku masih akan menunggu petunjuk teknis terkait pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan tersebut. Karena pendataan telah dilakukan, Abed mengaku, Dinkes akan melakukan advokasi dengan Bupati dan Sekda Bantul yang dilakukan pada pekan ini. "Rencana akhir pekan ini. Tapi, semua tergantung jadwal beliau-beliau," jelas Abed.
Terkait data penerima layanan, Abed menyebut jika pihaknya nanti akan bekerja sama dengan Disdukcapil dan Dinsos Bantul. Di mana, hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinkes nantinya akan disandingkan dengan data dari Disdukcapil dan Dinsos Bantul.
"Jadi validasi datanya nanti akan mengacu kepada data di Disdukcapil dan Dinsos Bantul. Untuk validasi sendiri, baru akan kami lakukan setelah ada advokasi dengan Bupati dan Sekda Bantul," ungkapnya.
Abed mengaku dengan sisa waktu yang ada, Dinkes optimistis target pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis akan bisa dilaksanakan tepat waktu, yakni Februari 2025.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Nugroho mengatakan sampai saat ini belum ada koordinasi dengan Dinsos dan Dinkes terkait sasaran dari pemeriksaan kesehatan gratis. Meski demikian, Kwintarto mengaku Disdukcapil siap untuk berkoordinasi dan melakukan penyandingan data untuk mendapatkan kevalidan data bagi sasaran dari pemeriksaan kesehatan gratis.
"Secara prinsip kami siap. Sampai saat ini memang belum ada koordinasi. Tentunya nanti jika dibutuhkan validasi, kami juga akan berkoordinasi dan meminta izin ke pusat, terkait data yang diverifikasi," ucapnya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul Anugrah Wiendyasari mengatakan, jika Dinkes telah mempersiapkan data sasaran untuk menunjang program pemeriksaan kesehatan gratis. Karena jumlah penerima layanan kesehatan yang cukup banyak, sementara jumlah tenaga kesehatan (nakes) terbatas maka perlu dilakukan pemetaan kebutuhan dan ketersediaannya. "Dan, sampai saat ini kami juga masih menunggu juknis untuk pelaksanannya," ucap Anugrah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.