Pertahanan Baja Spanyol Hentikan Prancis dan Antar ke Final
Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0. Pertahanan solid La Roja sukses meredam Kylian Mbappe dan menghentikan langkah Les Ble
Tangkapan layar/ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL--Banjir lumpur terjadi di Padukuhan Grogol 8 Parangtritis, Kretek, Bantul, Selasa (21/1/2025) malam.
Banjir lumpur itu terjadi bukan kali pertama terjadi, sebab, beberapa waktu lalu banjir lumpur juga terjadi diduga karena pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Bantul di Kelok 23 menghubungkan Parangtritis Kretek, Bantul dengan Kalurahan Girijati, Purwosari, Gunungkidul.
Panewu Kretek, Cahya Widodo saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa banjir lumpur yang terjadi pada Selasa (21/1/2025) malam. Cahyo mengungkapkan, sejumlah langkah telah dilakukan pihaknya untuk mengatasi terjadinya kecelakaan akibat peristiwa banjir lumpur.
"Dari Polsek telah melakukan pengaturan lalu lintas. Apabila terjadi genangan saat banjir maka ada pengalihan jalur," katanya.
Selain itu, Cahya mengaku jajaran Forkopimkap telah meminta kepada pihak proyek untuk segera melakukan penanganan terkait keberadaan lumpur tersebut. Pihak proyek akan langsung membersihkan lumpur yang mengenai jalan dan juga mengambil tanah yang hanyut di selokan.
"Pihak proyek juga berhubungan dengan instansi kabupaten yang terkait, seperti BPBD, kemudian kemudian dari provinsi juga dalam rangka untuk menggerakkan alat-alat yang mereka punya," ungkapnya.
BACA JUGA: Tanggul Jebol, Polres Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Ruas Jalan Grobogan-Semarang
Cahya menyatakan dirinya memaklumi terkait adanya peristiwa banjir lumpur yang terjadi pada Selasa (21/1/2025) malam. Sebab, proyek pengerjaan JJLS Bantul di Kelok 23 masih berjalan, sementara pada Selasa (21/1/2025) ada hujan dengan intensitas tinggi.
"Kalau saat ini saya melihat saat ini masih aman. Ada sedimen itu karena kondisi tanahnya belum mantap. Apalagi kalau tadi malam kan hujannya cukup deras," jelasnya.
Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir berharap ada koordinasi antara pemerintah kalurahan, Pemkab Bantul dan juga pemerintah di DIY serta pusat terkait penanganan dan pencegahan banjir lumpur di Kalurahan Parangtritis. "Harapannya ada solusi secepatnya," ungkapnya.
Kepala Satker PJN DIY, Tisara Sita membenarkan bahwa luapan lumpur dan air yang terjadi adalah dampak dari JJLS Kelok 23. Satker telah melakukan pembersihan sedimen di sekitar proyek. Selain itu, Satker juga telah membangun tanggul untuk mengantisipasi luapan tanah dan air dari proyek tersebut.
"Nantinya crossing [saluran drainase] ke Jalan Nasional akan ditambahkan, dari dua [saluran drainase] menjadi empat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0. Pertahanan solid La Roja sukses meredam Kylian Mbappe dan menghentikan langkah Les Ble
BPKA DIY menegaskan pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida tidak memerlukan persetujuan BPKA dan cukup disetujui Pengguna Anggaran.
Spanyol 2026 sukses mencapai final Piala Dunia dengan gaya bermain yang berbeda dari generasi juara dunia 2010. Lamine Yamal menjadi simbol transformasi La Roja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Polres Bantul mengamankan pemuda asal Kota Jogja yang kedapatan membawa 24 tablet Alprazolam tanpa resep dokter di Kasihan. Polisi kini menelusuri asal oba
FIFA tunjuk wasit AS Ismail Elfath pimpin semifinal Inggris vs Argentina. Pernah jadi ofisial final Messi di 2022, Elfath siap hadapi laga panas.