Advertisement

Songsong Arus Lebaran, Dishub Sleman Pastikan Gelar Ramp Check Akhir Ramadan

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 23 Januari 2025 - 22:37 WIB
Arief Junianto
Songsong Arus Lebaran, Dishub Sleman Pastikan Gelar Ramp Check Akhir Ramadan Ilustrasi ramp check di Terminal Jombor. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dishub Sleman menegaskan pentingnya ramp check terhadap kendaraan. Ramp check memastikan kendaraan laik jalan sehingga mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Sleman, Marjana mengatakan ramp check akan dilakukan lagi ketika akhir bulan puasa atau menjelang libur panjang Lebaran.

Advertisement

Untuk itu, Dishub akan bekerja sama dengan BPTD Kelas III DIY dan Dishub DIY.  “Biasanya kami gelar di garasi kendaraan perusahaan otobus. Di Terminal Jombor juga kami gelar,” kata Marjana dihubungi, Kamis (23/1/2025).

Ramp check, kata dia juga akan dilakukan di perbatasan DIY-Jawa Tengah, khususnya di area Prambanan. Sebagai pintu masuk, Prambanan akan banyak kendaraan. Imbasnya ada pada kepadatan lalu lintas.

Selain ramp check, pengecekan kendaraan untuk outting class pelajar juga sangat penting. Tujuan pengecekan ini sama sebagaimana ramp check.

Dishub Sleman juga menggelar pengecekan kendaraan MAN 1 Sleman pada Selasa (1/1/2025). Kendaaan yang digunakan untuk pergi studi banding ke Sidoarjo dan Pulau Bali tersebut perlu dipastikan laik jalan.

Dishub tidak dapat langsung mengecek. Marjana menjelaskan pihaknya akan mengecek kendaraan apabila Dinas Pendidikan telah memberi izin. Pada dasarnya, kendaraan yang digunakan untuk outting class perlu dicek. “Penguji dari ASN Dishub Sleman. Kalau ada dua kendaraan ya dua orang. Kalau hasil pengecekan menyatakan kendaraan laik jalan ya kami berangkatkan. Kalau tidak laik jalan kami beri tahu ke kru atau sekolah agar diganti,” katanya.

Selain teknis kendaraan, Marjana menegaskan kelengkapan administrasi kedaraan juga penting seperti SIM sopir dan STNK. Tambahan administrasi lain adalah hasil uji. “Bus itu perlu punya pemukul kaca. Tabung pemadam perlu juga. Kalau ada klakson telolet kami minta lepas. Hal yang tidak memenuhi standar tidak diperbolehkan,” ucapnya.

Kecelakaan Minibus

Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia Wardhani mengatakan ada kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan minibus.

Pada 2023, ada 334 minibus terlibat lakalantas. Jumlah ini naik pada 2024 dengan 365 mini bus. Adapun laka yang melibatkan medium bus turun dari 17 kendaraan pada 2023 menjadi tujuh pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Laut Dikapling Jadi SHM Juga Terjadi di Perairan Sumenep, Menteri KKP Terjunkan Tim untuk Pengecekan

News
| Jum'at, 24 Januari 2025, 02:27 WIB

Advertisement

alt

Tips Berwisata Saat Musim Hujan

Wisata
| Selasa, 21 Januari 2025, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement