15.294 Pelaku Usaha di Kota Jogja Sudah Bersertifikat Halal
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
Polisi memasang police line di lokasi ambrolnya Dam Srandakan supaya masyarakat tidak mendekat karena membahayakan./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL--Bendungan Srandakan, Trimurti, Srandakan, Bantul jebol pada Minggu (26/1/2025). Jebolnya bendungan tersebut diduga disebabkan karena debit air yang tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menuturkan bendung tersebut jebol lantaran debit air Bendungan Srandakan meningkat pada pukul 04.30 WIB.
Antoni menuturkan awalnya jebolnya bendungan tersebut awalnya diketahui oleh warga sekitar yang akan memancing di sekitar bendungan sekitar pukul 06.00 WIB. Kemudian setelah melihat bendungan tersebut jebol, maka warga tersebut melapor ke petugas.
"Di sekitar area bendungan terkikis, karena debit air yang lumayan deras," ujarnya, Minggu (26/1/2025).
Kerusakan yang terjadi di bendungan tersebut panjangnya sekitar 160 meter dengan lebar sekitar 35 meter. Kemudian, talud sedan 10 meter yang ada di sekitar bendung tersebut juga ambrol sepanjang 25 meter dan lebar 5 meter.
"Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut," ujarnya.
Namun, kerugian materiil dari kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Antoni menyebut ada belasan warga yang datang ke lokasi untuk melihat kerusakan yang ada. Karena itu, untuk memastikan keselamatan warga, telah memasang garis polisi untuk mengantisipasi agar warga tidak mendekat ke lokasi tersebut.
Antoni pun berharap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) sebagai penanggungjawab bendungan tersebut dapat segera menangani kerusakan yang ada.
"Dibutuhkan pembangunan ulang bendungan tersebut," katanya.
Dia khawatir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu dekat yang menyebabkan debit air Sungai Progo meningkat, maka kerusakan di bendungan tersebut akan makin parah ketika tidak segera ditangani.
"Bila tidak segera ditindaklanjuti, bendungan akan jebol kembali, [dikhawatirkan] dapat mempengaruhi kontruksi Jembatan Srandakan," ujarnya.
Namun, hingga saat ini Antoni menyebut belum diketahui langkah tindak lanjut dari BBWSO selaku penanggungjawab bendungan tersebut.
Sementara Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengimbau agar warga tidak datang ke lokasi tersebut.
"[Bendungan Srandakan] bukan tempat wisata, kawasan berbahaya, mohon kepada masyarakat tidak mendekati area tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
WJNC 2026 bergeser ke Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2027 naik Rp9,1 triliun. Target pajak dan PNBP juga dinaikkan agar defisit tetap 2,4% PDB.
Habiburokhman menilai pemerintahan Prabowo lebih demokratis dan meminta RUU Perampasan Aset mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Mobil bergetar saat berhenti, melaju, atau mengerem bisa menjadi tanda masalah mesin, ban, roda, transmisi hingga rem.
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.