Advertisement
Disdikpora Bantul Evaluasi Sistem Zonasi dan Penambahan Nilai PPDB 2024
Suasana tempat pelayanan PPDB di SMP 1 Bantul. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul terus mengevaluasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) guna menciptakan mekanisme yang lebih adil dan transparan.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyatakan pihaknya sedang mengkaji berbagai indikator penilaian yang digunakan dalam menyelenggarakan PPDB tahun lalu, khususnya terkait sistem zonasi dan penambahan nilai bagi calon peserta didik.
Advertisement
Nugroho menuturkan evaluasi tersebut dilakukan untuk menyempurnakan sistem penerimaan peserta didik baru tahun ini. “Kami ingin memastikan bahwa semua anak di Bantul memiliki zona satu, sehingga mereka memiliki peluang yang sama untuk diterima di sekolah yang diinginkan,” ujarnya, Jumat (31/1/2025).
Nugroho menilai aturan pemetaan jarak dalam zonasi PPDB tahun lalu perlu diubah. Menurutnya, sistem zonasi dengan pemetaan jarak tertentu membuat beberapa calon peserta didik yang rumahnya berada di daerah perbatasan zonasi mengalami kesulitan seleksi PPDB.
BACA JUGA: Ini 4 Jalur SPMB 2025, Ada Jalur Domisili Pengganti Zonasi pada PPDB
Selain sistem zonasi, evaluasi juga dilakukan terhadap mekanisme penambahan nilai prestasi bagi calon peserta didik. Disdikpora Bantul saat ini tengah menyempurnakan sistem tersebut agar lebih objektif dan memberikan kesempatan yang adil bagi siswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Sementara ini, terkait dengan rencana perubahan kebijakan PPDB menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Disdikpora Bantul juga masih menunggu regulasi dan petunjuk teknis (juknis) resmi dari Pemerintah Pusat sebelum mengambil keputusan final.
Soal aturan domisili yang akan diterapkan di sistem penerimaan peserta didik baru tahun ini, Nugroho mengakui hingga kini belum ada ketentuan rinci mengenai pembuktian domisili, termasuk penggunaan Kartu Keluarga (KK) sebagai dasar seleksi. Oleh karena itu, pihaknya masih mengkaji mekanisme yang paling tepat untuk diterapkan.
Dengan berbagai evaluasi yang dilakukan, Disdikpora Bantul berharap dapat menghadirkan sistem PPDB yang lebih adil dan transparan bagi seluruh masyarakat. Selain itu, sistem seleksi khusus juga tengah disiapkan bagi kelas olahraga, di mana penerimaan siswa akan didasarkan sepenuhnya pada prestasi di bidang olahraga. “Harapan kami, sistem ini bisa berjalan dengan baik dan mampu memberikan keadilan bagi seluruh calon peserta didik di Bantul,” ujar Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
Advertisement
Advertisement





