Reaktivasi Bandara Adisutjipto Dinilai Perkuat Pariwisata dan UMKM
Kadin Sleman menilai sinergi Bandara Adisutjipto dan Exit Tol Kalasan berpotensi meningkatkan pariwisata, UMKM, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Petugas pemadam kebakaran yang bersiaga di kompleks Balai Kota Jogja - Harian Jogja/Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab akan membangun Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Wilayah Sleman Barat pada tahun ini. Keberadaan Pos Damkar akan membantu upaya penanganan kebakaran secara cepat.
Plt. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman, Sri Madu Rakyanto mengatakan anggaran pembangunan pos tersebut telah masuk di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satpol PP. Adapun Detail Engineering Design (DED) Pos Damkar telah dibuat pada 2024.
Satpol PP telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman sebagai tahap awal pelaksanaan pembangunan. DPUPKP akan membantu mulai dari penunjukkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga pengadaan pembangunan.
BACA JUGA: Tak Ada Sertifikat yang Terbakar saat Kebakaran Terjadi di Kementerian ATR/BPN
Paling tidak, Pos Damkar yang akan dibangun di dekat Makam Madurejo, Kalurahan Madurejo, Prambanan dengan anggaran Rp1,8 miliar tersebut memiliki ruang personel, sarana dan prasarana, dan area untuk armada pemadam kebakaran.
Pos seluas kurang lebih 300 meter persegi tersebut juga akan memiliki sumur sebagai sumber air. Di sekitar pos juga ada sungai. Sumber air yang dekat dengan pos sangat menentukan kecepatan penanganan. “Standar pelayanan minimal pemadam itu 15 menit. Jangan sampai satu pos ke lokasi kebakaran terlalu jauh,” kata Madu dihubungi, Selasa (11/2/2025).
Madu mengaku seharusnya ada enam wilayah manajemen kebakaran (WMK). Satu WMK ada satu Pos Damkar. Satu pos memiliki WMK sejauh 7,6 kilometer (km). Dengan keberadaan Pos Damkar Sleman Timur, maka ada tiga pos di Kabupaten Sleman. Ke depan, Satpol PP akan mengajukan lagi pembangunan Pos Damkar.
Selain ihwal fasilitas pos, Satpol PP juga menyoroti minimnya personel. Ada total kurang lebih 36 personel di Pos Damkar Sleman dan Godean. Padahal, satu pos seharusnya diisi 28 orang yang terbagi menjadi empat regu.
Dengan keterbatasan personel, Satpol PP membagi satu regu untuk dua piket jaga, separuh di Pos Damkar Sleman dan sisanya di Pos Damkar Godean. Mereka berjaga pagi, siang, dan malam.
Satpol PP Sleman setiap tahun terus mengusulkan pengadaan pegawai. Ketentuan pengadaan lanjutan ada di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
BACA JUGA: Penjelasan Kementerian ATR/BPN Terkait Kebakaran di Ruang Humas Lantai 1
“Kalau pengadaan pegawai nanti pakai skema Calon PPPK, gaji mereka bersumber dari APBD. Kemampuan keuangan daerah juga kami pertimbangkan,” katanya.
Lebih jauh, Madu menegaskan Pos Damkar di Sleman Timur semakin mendesak dibangun lantaran kejadian kebakaran pada 2024 mencapai total 235 kejadian. Respon time baru mencapai 52,27%. Padahal standar nasional, SPM respon time harus mencapai 100%.
Satpol PP Sleman juga mencatat jarak terjauh lokasi kebakaran dari Pos Damkar sejauh 26 km. Padahal radius maksimal pelayanan kebakaran sejauh 7,5 km.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan upaya pemadaman kebakaran di wilayah perkotaan sering terhambat karena jalur lalu lintas yang padat dan permukiman yang memiliki jalan sempit. Padahal selama 2024 kejadian kebakaran mencapai total 235 kejadian.
“Pengembangan wilayah sangat pesat yang berimplikasi pada makin padatnya ruang pemukiman di wilayah Sleman. Hal ini mengakibatkan jalur jalan semakin padat,” kata Shavitri .
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin Sleman menilai sinergi Bandara Adisutjipto dan Exit Tol Kalasan berpotensi meningkatkan pariwisata, UMKM, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Polsek Kartasura mengamankan 21 motor knalpot brong dalam razia balap liar di Sukoharjo. Polisi akan terus lakukan patroli malam.
140 perajin tahu di Bandung terancam mogok produksi akibat harga kedelai impor naik hingga Rp11.000/kg dipicu pelemahan rupiah.
Telinga kanan berdenging sering dianggap mitos, padahal bisa jadi tanda tinnitus akibat gangguan pendengaran yang perlu diwaspadai.
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
Pemkab Bantul menyetop pengelolaan kawasan industri Piyungan oleh PT YIP karena dinilai mangkrak tanpa progres sejak 2016.