Advertisement

Warga Kokap Lega Izin Penambangan Batuan Andesit Tak Diperpanjang, Sebut Sesuai Permintaan Leluhur

Triyo Handoko
Kamis, 27 Februari 2025 - 19:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Warga Kokap Lega Izin Penambangan Batuan Andesit Tak Diperpanjang, Sebut Sesuai Permintaan Leluhur Suasana peninjauan lokasi tambang yang tidak diperpanjang di Padukuhan Tangkisan 1, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap pada Kamis (27/2 - 2025).

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO–Warga di Padukuhan Tangkisan 1, Kalurahan Hargomulyo, Kapaneown Kokap mengaku lega setelah izin penambangan di wilayahnya tidak diperpanjang, Kamis (27/2/2025).

Menurut warga, izin penambangan di lokasi tersebut turun sejak 2016. Sejak awal, warga sudah menolak keberadaan perusahaan pertambangan batuan andesit itu. Sebab permintaan para leluhur di sana melarang adanya pertambangan dari pihak luar.

Advertisement

Dukuh Tangkisan 1, Asmuni Ari Wibowo menjelaskan selama ini warga kompak menolak keberadaan penambangan itu. Penolakan menyebabkan tidak ada aktivitas pertambangan meski terdapat izin dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi SUmber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY.

BACA JUGA: Koperasi Diwacanakan Bisa Kelola Tambang, Ini Kata Menkop Budi Arie

Lokasi yang mendapat izin penambangan batuan andesit itu milik beberapa warga di sana. “Awalnya ada yang pro dan kontra itu hal yang biasa, semuanya bisa dibicarakan baik-baik. Buktinya sampai izin berakhir tidak ada aktivitas pertambangan sama sekali,” jelas Asmuni.

Permintaan leluhur untuk melarang pertambangan dari luar itu masih diyakini penuh warga Tangkisan 1, jelas Asmuni, meskipun penjelasan pastinya simpang-siur. “Yang jelas kalau ada tambang dari luar pasti pakai alat berat dan itu merusak lingkungan,” terangnya.

Kerusakan lingkungan akibat tambang dengan skala besar, lanjut Asmuni, dikhawatirkan juga dapat menyebabkan longsor karena secara geografis kawasan di sana perbukitan. “Kalau ditambang warga lokal dengan cara manual untuk memenuhi kebutuhan seperti pondasi rumah atau jalan itu biasa, enggak dilarang,” paparnya.

Asmuni mengaku lega dengan tidak diperpanjangnya izin tambang di wilayahnya itu. “Tentu lega karena pesan leluhur bisa kami penuhi, lega juga karena warga juga bisa tetap menjaga kerukunan sampai sekarang meski ada pro dan kontra,” ungkapnya.

Sementara DPUP-ESDM DIY membenarkan pihaknya melakukan peninjauan lapangan bersama berbagai pihak pada Kamis pagi. Tujuan peninjauan ini untuk memastikan kewajiban perusahaan tambang terpenuhi selama menjalankan perizinan di sana.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral DPUP-ESDM DIY, Yustina Ika membenarkan perizinan di Kalurahan Hargomulyo itu tidak diperpanjang. “Benar tidak diperpanjang sehingga kami tinajau lokasinya tadi, peninjauan juga untuk mengukur dampak tambang di sana,” ungkapnya.

Yustina menyebut tidak ditemukan area bukaan tambang di Padukuhan Tangkisan 1 itu yang menurutnya bagus karena dampaknya jadi lebih kecil. “Tindak lanjut kami selain tidak memperpanjang izin adalah mencarikan kompensasi reklamasi ke perusahaan yang sudah mendeposito dananya, karena memang tidak ada bukaan tambang,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Presiden Prabowo, SBY dan Jokowi Diguyur Hujan Saat Ikuti Parade Senja di Akmil Magelang

News
| Kamis, 27 Februari 2025, 21:12 WIB

Advertisement

alt

Sempat Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem, Ranu Regulo di Kawasan Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali

Wisata
| Sabtu, 22 Februari 2025, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement