Bedah Buku Ajak Orang Tua Belajar dari Anak
Anak tidak hanya belajar dari orang tua, tetapi juga menjadi "guru" yang mengajarkan ayah dan ibu untuk terus memperbaiki diri.
Flayer Lomba Baris-berbaris Diptya Aji Paramita yang ke-10 atau LBB DIYATA X yang digelar SMA Negeri 11 Yogyakarta
JOGJA–SMA Negeri 11 Yogyakarta kembali menggelar Lomba Baris-berbaris Diptya Aji Paramita yang ke-10 atau nama lainnya yaitu LBB DIYATA X. Acara ini akan berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025, bertempat di SMA Negeri 11 Yogyakarta.
LBB DIYATA X diikuti oleh siswa SMP/MTS serta SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tahun ini, acara mengusung tema "Bangkitkan Jiwa Muda, Wujudkan Generasi Emas Bangsa," yang bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan sportivitas dalam diri generasi muda.
Lebih dari sekadar lomba baris-berbaris, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun karakter para peserta agar menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam tim.
Melalui latihan dan kompetisi, mereka belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, dan rasa saling menghargai. Setiap gerakan dalam baris-berbaris mencerminkan kekompakan tim dan bagaimana mereka bisa menyatukan perbedaan dalam satu tujuan yang sama—sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Tidak hanya itu, LBB DIYATA X juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni musik, sehingga acara ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi ajang ekspresi dan hiburan bagi para peserta serta penonton. Dengan adanya tambahan ini, diharapkan suasana menjadi lebih hidup, meriah, dan juga berkesan.
Melalui LBB DIYATA X, diharapkan para peserta tidak hanya merasakan pengalaman berharga, tetapi juga semakin menyadari pentingnya kerja keras, disiplin, dan sportivitas dalam kehidupan mereka. Semoga ajang ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkembang, berprestasi, dan menjadi pemimpin yang unggul di masa depan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anak tidak hanya belajar dari orang tua, tetapi juga menjadi "guru" yang mengajarkan ayah dan ibu untuk terus memperbaiki diri.
Stigma nuklir sebagai bahaya dipatahkan. Kedokteran nuklir di Jogja justru bantu deteksi dan terapi kanker dengan akurasi tinggi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Inpres Nomor 8 Tahun 2026 mewajibkan pembangunan infrastruktur di habitat gajah memperhatikan koridor satwa demi menjaga populasi gajah Indonesia.
Medan berat di Desa Watuduwur tak surutkan semangat Satgas TMMD Kodim 0708 Purworejo. Pembangunan jalan terus dikebut demi akses warga.