AS Cabut Visa Dubes Brasil, Sengketa Diplomatik dengan Braslia Memana
AS mencabut visa Dubes Brasil setelah Brasília menunda persetujuan calon dubes AS dan menolak visa dua pejabat senior Washington.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul menargetkan luas tanaman padi 34 ribu hektare pada 2025 dari yang sebelumnya rata rata seluas 31 ribu hektare. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperpendek jarak antara waktu mulai tanam padi dengan panen komoditas tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Sabtu, mengatakan, pada musim tanam sepanjang tahun 2025, Bantul menargetkan luas tanaman padi 34 ribu hektare dari yang sebelumnya rata rata seluas 31 ribu hektare.
"Jadi ada tambahan keluasan tanam padi lebih dari tiga ribu hektare itu kita tidak mengubah, mengurangi luasan tanam nonpadi, kita hanya memperpendek jarak antara panen dengan tanam," katanya.
Dia mengatakan, kalau sebelumnya petani mulai kembali kegiatan tanam benih setelah panen pada lahan pertanian yang sama kurang lebih satu bulan, maka mulai tahun ini diperpendek menjadi paling lama 20 hari setelah panen.
BACA JUGA: Luas Tanam Jagung di Bantul Ditarget Capai 5.196 Hektare pada 2025
Dengan demikian, kata dia, kesempatan bagi petani untuk menanam padi di lahan yang sama setelah panen lebih cepat, sementara untuk panen juga menyesuaikan dengan mulai tanam atau lebih maju dibandingkan sebelumnya.
"Ini biar cepat, jangan sampai tanah itu lama mangkrak, harapannya dengan adanya percepatan tanaman pangan itu akan mengurangi tanah yang nganggur, terus cepat tanam cepat produksi lagi, harapan kami seperti itu," katanya.
Dia menyebut total lahan pertanian sawah di Bantul saat ini sekitar 13 ribu hektare yang setiap tahun ditanami padi dua sampai tiga kali, tergantung kondisi air irigasi di wilayah tersebut. JIka irigasi kurang, maka petani menanam dengan tanaman palawija.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AS mencabut visa Dubes Brasil setelah Brasília menunda persetujuan calon dubes AS dan menolak visa dua pejabat senior Washington.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Siswa belum terdaftar PIP 2026 bisa mengajukan via sekolah. Simak syarat, dokumen, dan besaran bantuan SD Rp450 ribu hingga SMA Rp1,8 juta.
Sisa roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam Bulan dekat Kawah Einstein. NASA dan ilmuwan dunia kini memburu kawah baru yang terbentuk untuk kepentingan peneliti
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat