Kemenkeu Perpanjang Dana Rp281 Triliun di Himbara hingga Akhir 2026
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul menargetkan luas tanaman padi 34 ribu hektare pada 2025 dari yang sebelumnya rata rata seluas 31 ribu hektare. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperpendek jarak antara waktu mulai tanam padi dengan panen komoditas tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Sabtu, mengatakan, pada musim tanam sepanjang tahun 2025, Bantul menargetkan luas tanaman padi 34 ribu hektare dari yang sebelumnya rata rata seluas 31 ribu hektare.
"Jadi ada tambahan keluasan tanam padi lebih dari tiga ribu hektare itu kita tidak mengubah, mengurangi luasan tanam nonpadi, kita hanya memperpendek jarak antara panen dengan tanam," katanya.
Dia mengatakan, kalau sebelumnya petani mulai kembali kegiatan tanam benih setelah panen pada lahan pertanian yang sama kurang lebih satu bulan, maka mulai tahun ini diperpendek menjadi paling lama 20 hari setelah panen.
BACA JUGA: Luas Tanam Jagung di Bantul Ditarget Capai 5.196 Hektare pada 2025
Dengan demikian, kata dia, kesempatan bagi petani untuk menanam padi di lahan yang sama setelah panen lebih cepat, sementara untuk panen juga menyesuaikan dengan mulai tanam atau lebih maju dibandingkan sebelumnya.
"Ini biar cepat, jangan sampai tanah itu lama mangkrak, harapannya dengan adanya percepatan tanaman pangan itu akan mengurangi tanah yang nganggur, terus cepat tanam cepat produksi lagi, harapan kami seperti itu," katanya.
Dia menyebut total lahan pertanian sawah di Bantul saat ini sekitar 13 ribu hektare yang setiap tahun ditanami padi dua sampai tiga kali, tergantung kondisi air irigasi di wilayah tersebut. JIka irigasi kurang, maka petani menanam dengan tanaman palawija.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Kebiasaan ngemil berlebihan dapat memicu obesitas, diabetes, kolesterol tinggi hingga penyakit jantung. Simak 13 dampak buruk dan cara mengatasinya.
Hari pertama SPMB SMPN 5 Jogja dipadati pendaftar. Puluhan orang tua mengantre sejak pukul 05.00 WIB demi mendapat nomor verifikasi lebih awal.
LPDP membuka Beasiswa Tahap II 2026 hingga 31 Juli. Kuota STEM diperbesar, syarat bahasa dilonggarkan, dan daftar kampus tujuan diperluas.
Prancis menyiapkan perubahan taktik saat menghadapi Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mbappe dan Dembele tetap jadi andalan Les Bleus.
TNGM menegaskan seluruh jalur pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status Siaga Level III dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.