UMKM Didorong Tembus Ekspor, Ini Tantangan Utamanya
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul menargetkan luas tanaman padi 34 ribu hektare pada 2025 dari yang sebelumnya rata rata seluas 31 ribu hektare. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperpendek jarak antara waktu mulai tanam padi dengan panen komoditas tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Sabtu, mengatakan, pada musim tanam sepanjang tahun 2025, Bantul menargetkan luas tanaman padi 34 ribu hektare dari yang sebelumnya rata rata seluas 31 ribu hektare.
"Jadi ada tambahan keluasan tanam padi lebih dari tiga ribu hektare itu kita tidak mengubah, mengurangi luasan tanam nonpadi, kita hanya memperpendek jarak antara panen dengan tanam," katanya.
Dia mengatakan, kalau sebelumnya petani mulai kembali kegiatan tanam benih setelah panen pada lahan pertanian yang sama kurang lebih satu bulan, maka mulai tahun ini diperpendek menjadi paling lama 20 hari setelah panen.
BACA JUGA: Luas Tanam Jagung di Bantul Ditarget Capai 5.196 Hektare pada 2025
Dengan demikian, kata dia, kesempatan bagi petani untuk menanam padi di lahan yang sama setelah panen lebih cepat, sementara untuk panen juga menyesuaikan dengan mulai tanam atau lebih maju dibandingkan sebelumnya.
"Ini biar cepat, jangan sampai tanah itu lama mangkrak, harapannya dengan adanya percepatan tanaman pangan itu akan mengurangi tanah yang nganggur, terus cepat tanam cepat produksi lagi, harapan kami seperti itu," katanya.
Dia menyebut total lahan pertanian sawah di Bantul saat ini sekitar 13 ribu hektare yang setiap tahun ditanami padi dua sampai tiga kali, tergantung kondisi air irigasi di wilayah tersebut. JIka irigasi kurang, maka petani menanam dengan tanaman palawija.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Hari Pustakawan Nasional diperingati setiap 7 Juli. Simak sejarah, makna, dan peran pustakawan dalam memperkuat literasi di era digital.
Kasus dugaan pencemaran sumur di Mulyodadi, Bantul, diselesaikan melalui mediasi. Yayasan SPPG sepakat memenuhi empat tuntutan warga.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.