YouTuber Andra ST Kecelakaan, Mobil Terbelah Dua di Sukoharjo
YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo, mobilnya terbelah dua. Polisi sebut penyebab ban selip.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di kawasan perairan Selatan DIY untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi pada 22-25 April mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengungkapkan saat ini terpantau dua pusat tekanan rendah, masing-masing di Samudra Hindia sebelah barat daya Sumatra dan di Laut Arafura selatan Kepulauan Aru.
Fenomena ini memicu terjadinya belokan angin atau shearline di wilayah Pulau Jawa, yang secara signifikan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah perairan Jogja pada malam hingga dini hari.
"Fenomena ini memengaruhi stabilitas atmosfer dan berdampak langsung pada kondisi perairan di pantai selatan," katanya, Selasa (22/4/2025).
Menurut Warjono kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa titik perairan, termasuk Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, serta Samudra Hindia di selatan DIY.
BACA JUGA: Siap-siap, Ada Pemadaman Listrik di Sleman dan Gunungkidul Hari Ini 23 April 2025
Warjono menambahkan, perahu nelayan berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang melebihi 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang terancam keselamatannya jika menghadapi angin 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter atau lebih.
"Masyarakat dan nelayan yang kerap beraktivitas di pantai selatan terutama Kulonprogo kami imbau lebih waspada," jelasnya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Glagah, Aris Widiatmoko menyampaikan, kondisi gelombang di kawasan pantai Glagah sekarang masih dalam batas wajar. "Sebagian besar nelayan saat ini juga tengah libur melaut. Namun kami bersama sukarelawan tetap siaga penuh, khususnya untuk mengimbau para wisatawan yang berkunjung agar senantiasa menjaga kewaspadaan," ujar Aris.
Ia menambahkan, edukasi kepada pengunjung terus dilakukan, terutama agar tidak terlalu dekat dengan bibir pantai saat bermain atau berfoto, mengingat potensi perubahan kondisi bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis masyarakat, nelayan, serta wisatawan diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Kapal Nelayan Terbalik
Kondisi gelombang tinggi di perairan laut selatan DIY ini telah menyebabkan sebuah perahu nelayan di Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul terbalik, usai diterjang ombak besar pada Selasa (22/4/2025) pagi. Dua nelayan, yakni Mulyadi, 45, dan Sarep, 55, selamat dari kejadian tersebut.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan kejadian perahu terbalik terjadi pada pukul 06.00 WIB. Kejadian tersebut terjadi saat kedua nelayan asal Kretek hendak berangkat melaut.
"Karena terhempas gelombang tinggi, makanya perahu tersebut kemudian terbalik," kata Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo, mobilnya terbelah dua. Polisi sebut penyebab ban selip.
Kabar duka datang dari politik nasional. Rachmat Gobel wafat mendadak dan dimakamkan di TMP Kalibata. Ini profil, kronologi, dan kesaksian kolega.
Prediksi Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Head to head, susunan pemain, kekuatan tim, dan prediksi skor lengkap.
Arus lalu lintas di Bantul masih ramai di akhir libur sekolah namun tetap lancar. Dishub mengimbau pengendara patuhi aturan dan perhatikan keselamatan.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Kafe de’Clan Signature di Cipete digeledah terkait kasus korupsi dan TPPU. Jampidsus Febrie Adriansyah membantah keterlibatan. Ini fakta lengkapnya.