BEDAH BUKU: UMKM Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Branding
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Plh Kepala Badan Kesbangpol DIY, Bagas Senoadji dan bersama sejumlah perwakilan ormas meninjau Klinik Ormas dan Informasi, di kantor Badan Kesbangpol DIY, Jumat (2/5/2025)./Harian Jogja-Lugas
JOGJA—Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) DIY membuka layanan Klinik Organisasii Masyarakat (ormas) dan Informasi, Jumat (2/5/2025). Klinik Ormas dan Informasi menjadi inovasi untuk mendorong legalitas dan meningkatkan akuntabilitas ormas di DIY.
Klinik Ormas dan Informasi ini menempati satu ruang khusus yang cukup lebar, di bagian depan kantor Badan Kesbangpol DIY dekat lobby. Klinik Ormas dan Informasi ini setiap hari dijaga oleh petugas yang siap melayani keperluan ormas.
Plh Kepala Badan Kesbangpol DIY, Bagas Senoadji, menjelaskan Klinik Ormas dan Informasi akan memberikan informasi, konsultasi dan administrasi bagi ormas yang membutuhkan "Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa ormas adalah mitra strategis dalam pembangunan, penguatan demokrasi dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia berharap Klinik Ormas dan Informasi tidak saja menjadi ruang untuk konsultasi, tapi juga menjadi pusat sinergi, ruang diskusi, laboratorium inovasi sosial bagi ormas di DIY. "Mari bersama-sama kita menghidupkan klinik ini dengna semangat kolaborasi, transparansi dan pelayanan yang berdampak nyata," katanya.
Ormas di DIY menurutnya ada ribuan, namun yang terdata di aplikasi Sistem Kendali Registrasi Organisasi Masyarakat dan Politik (Sikresno) hanya 97 ormas. Maka dengan Klinik Ormas ini diharapkan semakin banyak ormas yang mendaftarkan legalitasnya di Sikresno.
Sekretaris Badan Kesbangpol DIY, Nur Samsi Mualifah, menuturkan tujuan Klinik Ormas ini pertama, membantu ormas dalam proses legalitas dan pendaftaran. Kedua, memberikan informasi regulasi dan kebijakan baru. Ketiga, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas ormas. keempat, mendorong kolaborasi antar ormas.
“Ruang lingkup layanan Klinik Ormas yakni konsultasi legalitas, pendampingan administrasi, sosialisasi kebijakan pemerintah, pelatihan manajemen organisasi, fasilitasi kemitraan serta sarana mediasi konflik ormas,” paparnya.
Badan Kesbangpol DIY selama ini sebenarnya sudah memfasilitasi konsultasi ormas, namun belum dengan tempat khusus sehingga kurang nyaman. “Pelayanan untuk ormas kemaren belum representtatif, masih di lobby. Banyak yang berseliweran sehingga kurang fokus. Sehingga kami inisiasi pembentukan ruang Klinik Ormas dan Informasi,” ungkapnya.
Klinik Ormas dan Informasi ini juga menjadi tempat untuk mediasi ketika terjadi konflik antar ormas. “Beberapa waktu yang lalu ada konflik antar ormas, di layanan Klinik Ormas dan Informasi ini bisa menjadi sarana untuk mediasi. Harapannya bisa diselesaikan secara damai atau kkeluargaan,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.