Prabowo: Indonesia Jadi Sorotan Dunia Berkat Mandatori B50
Prabowo menyebut Indonesia menjadi sorotan dunia usai menerapkan mandatori B50 yang diproyeksikan memangkas emisi dan menghemat devisa Rp170 triliun.
Aktivitas wisata di Kawasan Pantai Timang di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Foto diammbil beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY) mengandalkan pasar wisatawan Malaysia untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke provinsi ini yang tercatat menurun pada awal 2025. Salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit wisatawan asal Negeri Jiran itu adalah Pantai timang di Gunungkidul.
Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi saat dihubungi, di Yogyakarta, Senin, menyebut Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisman terbanyak ke DIY sepanjang 2024.
"Saya lihat sangat bisa mendorong wisatawan dari Malaysia lebih banyak lagi ke Yogyakarta," ujar Imam.
Ia menjelaskan, dari total lebih 250 ribu kunjungan wisman ke DIY sepanjang 2024, wisatawan asal Malaysia menempati urutan pertama, disusul wisatawan dari Singapura, India, dan Jepang.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, jumlah kunjungan wisman ke DIY pada Januari-Maret 2025 hanya mencapai 15.989 kunjungan. Angka itu turun 30,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.950 kunjungan.
BACA JUGA: Malaysia Menyasar Jogja untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Meski demikian, ia tetap optimistis peluang peningkatan kunjungan wisman masih terbuka, khususnya dari pasar utama seperti Malaysia. Salah satu faktornya adalah menguatnya nilai tukar ringgit terhadap rupiah.
"Dengan adanya selisih antara rupiah dengan ringgit Malaysia, yang kemudian cukup besar, wisatawan mancanegara terutama dari Malaysia melihat apabila kemudian ke Indonesia akan lebih menguntungkan," katanya lagi.
Untuk memperkuat penetrasi pasar, Dispar DIY juga merencanakan kegiatan "familiarization trip" (famtrip) dari Penang, Malaysia. Dalam program ini, pelaku industri pariwisata asal Malaysia akan diajak mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di DIY, termasuk destinasi baru yang belum banyak dikenal.
Menurut Imam, Pantai Timang di Gunungkidul selama ini masih menjadi destinasi favorit wisatawan asal Malaysia.
"Kita bisa lebih memperluas alternatif wisata yang baru, yang kemudian bisa mereka gemari. Tentunya wisata kuliner, kemudian wisata budaya juga masih favorit bagi mereka," ujarnya lagi.
Ia menambahkan, keberadaan penerbangan langsung dari Malaysia ke Yogyakarta turut mempermudah mobilitas dan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar wisatawan dari negara jiran tersebut.
Terkait target kunjungan wisman 2025, Imam mengatakan Dispar DIY belum sepenuhnya berani menetapkan angka pasti, meski sebelumnya sempat menyiapkan target sebesar 300 ribu kunjungan.
"Target ada peningkatan sekitar 50 ribu dari tahun lalu, tapi kami tidak berani memasang target final karena melihat situasi global saat ini," ujarnya pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menyebut Indonesia menjadi sorotan dunia usai menerapkan mandatori B50 yang diproyeksikan memangkas emisi dan menghemat devisa Rp170 triliun.
Pemkot Jogja meminta masyarakat menjaga water station di Malioboro setelah sejumlah unit rusak akibat disalahgunakan. Edukasi pengguna dan perbaikan fasilitas.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM