Advertisement
Seorang Pria Meninggal Dunia Tertabrak KRL Jogja Solo
Personel gabungan mengevakuasi jasad pria yang tertabrak KRL Commuterline di perlintasan Pucangsawit, Jebres, Solo, Kamis (5/6/2025). (Istimewa - Polsek Jebres)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—-Seorang pria tanpa identitas meninggal dunia karena tertabrak Kereta Rel Listrik atau KRL Commuterline 701 rute Jogja-Palur di perlintasan kereta api KM 258 300/400, jalur hilir/utara, wilayah RT 002/RW 010, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (5/6/2025) pagi.
Korban yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun meninggal seketika di lokasi kejadian setelah tertabrak KRL yang melaju dari Stasiun Palur, Karanganyar, menuju Yogyakarta. Saat ditemukan, pria tersebut tidak membawa identitas sama sekali, sehingga menyulitkan proses pendataan dan identifikasi oleh pihak berwenang.
Advertisement
Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan masih menyelidiki secara mendalam untuk mengungkap identitas korban mengingat tidak ada warga sekitar yang mengenali korban.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengecek apakah ada warga sekitar yang merasa kehilangan anggota keluarga. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga akan melakukan penyisiran ke kampung-kampung sekitar lokasi kejadian,” kata Kompol Murtiyoko saat dimintai konfirmasi awak media, Kamis (5/6/2025).
Langkah ini diambil untuk membuka kemungkinan korban adalah warga luar daerah yang kebetulan sedang berada di wilayah tersebut. Kapolsek mengajak partisipasi masyarakat dalam membantu proses identifikasi.
“Kami sangat mengharapkan kerja sama masyarakat. Jika ada informasi sekecil apa pun terkait korban, mohon segera disampaikan. Ini penting demi kelanjutan penanganan dan pemulangan jenazah kepada pihak keluarga,” tutupnya.
Panit Reskrim Polsek Jebres, Ipda Lilik, menambahkan sekitar pukul 04.00 WIB KRL 701 berangkat dari Stasiun Palur, Karanganyar. “Sesampainya di perlintasan menabrak [orang], sekitar pukul 05.04 WIB seseorang laki-laki yang tidak dikenal,” kata dia kepada awak media
Tidak adanya identitas, lanjut dia, pada korban menjadi salah satu hambatan awal dalam penyelidikan. Meski demikian, tim Inafis dari Satreskrim Polresta Solo telah diterjunkan untuk melakukan proses identifikasi dengan metode pengambilan sidik jari dan pencocokan data lainnya.
“Ya benar ada kejadian kecelakaan tersebut. Korban tidak membawa identitas, ini tentu menjadi kendala bagi kami dalam melakukan pendataan awal. Namun demikian, tim Inafis dari Satreskrim Polresta Solo telah melakukan proses identifikasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








