SBY Minta Maaf Tak Hadiri HUT Ke-81 RI, Jalani Cek Kesehatan di AS
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
Tugu Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menggencarkan promosi beragam paket wisata untuk menarik minat wisatawan ke wilayah ini pada masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, mengatakan promosi antara lain telah dilakukan melalui "table top" di Malang, Jawa Timur.
Meski begitu, Deddy mengakui hingga pertengahan Juni ini reservasi hotel untuk masa libur sekolah masih stagnan di angka 25 hingga 30 persen.
Dia menilai tren tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk bepergian pada momen libur sekolah belum signifikan.
Menurut dia, selain daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, kebijakan larangan "study tour" yang diberlakukan di sejumlah daerah juga turut mempengaruhi rendahnya permintaan reservasi, terutama dari segmen pelajar dan rombongan sekolah.
Kondisi tersebut tercermin pula pada tingkat hunian hotel selama libur panjang Idul Adha 1446 H yang berlangsung pada 5 hingga 9 Juni lalu dengan okupansi hanya berada di kisaran 20 hingga 40 persen.
"Menurun jika dibanding Iduladha tahun lalu bisa mencapai 50 persen, padahal tahun ini lebih panjang liburnya," ucap Deddy, Rabu (11/6/2025)
BACA JUGA: Yuk! Liburan Seru Bersama Keluarga dengan Fasilitas Kids Friendly di Archipelago Hotels
Dia menilai salah satu faktor yang turut mempengaruhi rendahnya tingkat hunian adalah karena sebagian masyarakat telah memanfaatkan libur panjang Waisak pada Mei lalu untuk bepergian, sehingga tidak melakukan perjalanan lagi saat Iduladha.
Sebelumnya, untuk membantu memulihkan tingkat hunian hotel, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY juga mendukung kegiatan pemerintahan, termasuk rapat dan forum resmi dapat dilaksanakan di hotel maupun restoran, selama tetap mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas.
"Prinsipnya kan efisiensi dan efektivitas, itu harus jalan. Mau di hotel, mau di kantor, asal lebih efektif, lebih efisien, silakan," kata Plh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Tri Saktiyana di Yogyakarta, Kamis (5/6).
Menurut Tri, penggunaan hotel tidak selalu lebih mahal dibanding menggelar acara di kantor. Dalam sejumlah kondisi, kegiatan di kantor justru dapat menimbulkan biaya tambahan karena harus menyewa tenda, pendingin ruangan, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Dukungan itu selaras dengan kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang belum lama ini membolehkan instansi pemerintah kembali menyelenggarakan kegiatan di hotel dan restoran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.
BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 137 terluka akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 5.659 warga mengungsi hingga Minggu.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak masyarakat menjaga perdamaian Aceh dan kondusivitas Papua serta menyampaikan aspirasi secara damai
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman