Rumah Studi De Britto Jadi Ruang Belajar Karakter di Tengah Era AI
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Petugas menjajal mesin pengolah sampah di TPST Tamanmartani, Sleman. - ist/DPRD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Moyudan berpotensi batal. Pembatalan ini bisa terjadi jika insinerator yang sedang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat menyelesaikan timbulan sampah di Sleman.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan investasi pengolahan sampah yang dilakukan Pemkab berwujud insinerator dengan kapasitas pengolahan 50 ton per jam dan dapat beroperasi 24 jam. Artinya, pengolahan sampah per hari dapat menyentuh 1.000 ton. "Insinerator dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan beroperasi sekitar September 2025," kata Harda ditemui di Pendopo Parasamya, Rabu (25/6/2025).
Lokasi penempatan mesin tersebut ada di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. Tanah yang digunakan berstatus tanah kas desa (TKD) dengan luas 6 hektar. Pemkab akan memastikan lokasi tersebut bersih dan bebas dari pencemaran udara. Adapun Pemkab Sleman akan membayar untuk setiap satu ton sampah masuk di insinerator tersebut.
“Saya harus mengevaluasi program-program kemarin yang belum jalan. Kalau tidak ada evaluasi, anggaran bisa terbuang begitu saja. Saya memang belum memutuskan. Tapi kalau insinerator ini berjalan baik dan berhasil sesuai harapan, rencana pembangunan TPST Moyudan saya batalkan,” kata Harda.
Jasa Angkut Sampah
Harda mengaku dia akan menggandeng juga penyedia jasa angkutan sampah swasta. Sampah-sampah ini akan diarahkan untuk masuk ke insinerator setelah melalui proses pengolahan dan pengolahan terlebih dahulu. Sebab itu, TPST eksisting yang telah beroperasi akan terus dioptimalkan untuk membantu pengelolaan sampah.
“Kami sedang mengajukan izin penggunaan tanah kas desa untuk insinerator. Sosialisasi juga sedang kami lakukan,” katanya.
Sementara, Kepala DLH Sleman, Ephipana Kristiyani mengungkapkan rata-rata timbulan sampah di Bumi Sembada dapat menyentuh angka 601,6 ton per hari. Timbulan sampah tersebut dihasilkan dari aktivitas 1.157.000 penduduk Sleman. Selama ini, Pemkab mengelola sampah melalui TPS3R, bank sampah, dan TPST. Total ada tiga TPST di Sleman, antara lain TPST Sendangsari Minggir, TPST Tamanmartani Kalasan, dan TPST Donokerto Turi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.