Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Foto ilustrasi. Beberapa warga sedang mengikuti pasar murah di Balai Kalurahan Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul pada Kamis (7/3/2024). Pasar murah tersebut merupakan kerja sama dengan Bulog dalam rangka mengendalikan bahan pokok menjelang dan selama bulan puasa. - ist/Dinas Perdagangan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul bakal memperluas area pelaksanaan pasar murah. Hal ini ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan kegiatan pasar murah pada Juli ini sudah digelar di Kapanewon Paliyan.
Rencananya, program itu diperluas dengan menyasar sejumlah kapanewon lain. “Pasar murah terselenggara berkat kerja sama kami dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY,” kata Ris, Rabu (16/7/2025).
Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, pasar murah selanjutnya akan digelar di Kapanewon Gedangsari pada 29 Juli 2025, lalu akan digelar kembali di Kapanewon Playen pada 31 Juli 2025.
Menurut dia, jumlah bahan pokok yang disediakan lebih banyak ketimbang pelaksanaan pasar murah di Kapanewon Paliyan. Pasalnya, di setiap titik telah disediakan sebanyak sepuluh ton bahan kebutuhan pokok yang siap ditebus masyarakat.
“Kalau di Paliyan hanya lima ton. Sedangkan untuk penyelenggaraan di Gedangsari dan Playen, masing-masing 10 ton,” katanya.
Ris menambahkan, komoditas yang disediakan juga lebih variatif. Pasalnya, panitia juga menyediakan kebutuhan seperti bawang merah dan bawang putih. “Jadi tidak hanya fokus pada beras, telur, minyak goreng, tetapi ada juga bawang merah dan putih,” kata dia.
Pasar murah, kata dia, digelar untuk memberikan kemudahan akses bahan pangan yang murah ke masyarakat. Selain itu, pelaksanaan juga bertujuan menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Nanti yang dijual lebih murah ketimbang harga di pasaran karena ada subsidi yang diberikan. Tapi, untuk besarannya masih dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY,” ujar Ris.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menyambut baik digelarnya kegiatan pasar murah. Program ini sebagai bentuk dari kehadiran pemerintah untuk memberikan harga pangan yang murah dan terjangkau di Masyarakat.
Menurut dia, fluktuasi harga bahan pokok sangat berdampak pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, melalui kerja sama dengan pelaku usaha dan distributor sehingga dapat menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.