Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA–Koperasi Kelurahan Merah Putih di Purwokinanti, Pakualaman, Kota Jogja diresmikan, Senin (21/7/2025). Koperasi ini mengaku menghimpun modal pendirian koperasi dari para anggotanya.
Ketua Koperasi Merah Putih Purwokinanti, Widodo Yuwono menuturkan Koperasi Merah Putih tersebut didirikan dengan modal dari anggotanya. Dia mengaku tidak ada kendala dalam menghimpun modal anggotanya.
“Setiap anggota membayar simpanan wajib Rp100.000 dan iuran bulanan Rp10.000,” katanya di Kelurahan Purwokinanti, Senin (21/7/2025).
Saat ini menurutnya Koperasi Merah Putih tersebut telah memiliki anggota lebih dari 100 orang. Anggota Koperasi Merah Putih tersebut berasal dari penggerobak yang mencapai 12 orang, ketua bank sampah di setiap RW, dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan. Kemudian, menurutnya, nantinya setiap RW akan diminta untuk mendorong warganya agar dapat menjadi anggota koperasi tersebut.
Dia menuturkan koperasi di wilayah tersebut didirikan dengan unit usaha penjualan sembako. Pihaknya bekerja sama dengan BUMD Kota Jogja Jogjatama Vishesha untuk menyediakan bahan pangan di sana. Penyediaan bahan pangan tersebut akan dilakukan dengan konsinyasi.
BACA JUGA: Bukan di Singapura, Riza Chalid Diyakini Kabur ke Malaysia
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan Koperasi Merah Putih yang ada di Kota Jogja belum ada yang memiliki tujuh unit usaha seperti yang telah ada di Bantul dan Sleman. Hal tersebut menurutnya lantaran ada keterbatasan tempat untuk mendirikan tujuh unit usaha dalam satu koperasi.
Dia berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi cara untuk memeratakan perekonomian di desa dan perkotaan. Hal itu lantaran tujuan dari pendirian koperasi untuk menyejahterakan anggotanya.
Hasto menyebut Koperasi Merah Putih yang ada di Kota Jogja telah didirikan berdasarkan potensi lokal di setiap wilayah.
Beberapa koperasi di Kota Jogja menjalankan usaha toko sembako dengan bekerja sama dengan penyuplai bahan pangan milik BUMD Kota Jogja Jogjatama Vishesha. “Dengan begitu BUMD bisa membantu koperasi merah putih dan mewujudkan toko retail,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Trump hubungi Venezuela usai gempa M7,5. Korban 920 tewas, bantuan internasional terus berdatangan.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.