Tak Sekadar Nostalgia, Pasar Kangen Menemukan Generasi Baru
Pasar Kangen kembali digelar dan menarik ratusan pengunjung, terutama anak muda, yang datang bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi juga menikmati dan mengena
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Pemangkasan Dana Keistimewaan (Danais) DIY pada 2025 berdampak signifikan terhadap sejumlah program di tingkat kalurahan. Salah satu yang terdampak langsung adalah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk kalurahan, yang terpaksa dipangkas hingga Rp22,3 miliar akibat berkurangnya Danais dari Rp1,2 triliun pada 2024 menjadi hanya Rp1 triliun tahun ini.
Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho menjelaskan, pengurangan anggaran tersebut berimbas pada program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan melalui skema BKK. Salah satunya adalah program Padat Karya Jogja Istimewa yang selama ini menjadi salah satu andalan dalam menggerakkan ekonomi lokal berbasis kegiatan komunitas.
“Biasanya kita alokasikan Rp175 juta, terpaksa tahun ini kita kurangi jadi Rp120 juta. Jadi padat karyanya tidak bisa se-optimal tahun sebelumnya,” ungkap Aris, Selasa (22/7/2025).
Meski bukan bersifat proyek, program padat karya dianggap penting karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, setiap pengurangan alokasi dianggap turut memengaruhi kualitas pemberdayaan sosial ekonomi di tingkat bawah.
Dia menegaskan keputusan untuk memangkas BKK bukan tanpa pertimbangan. Langkah ini ditempuh agar struktur Danais tetap dapat memenuhi kebutuhan prioritas lain. Program yang belum memenuhi persyaratan administratif dan regulasi pun menjadi sasaran evaluasi awal.
Aris juga mengatakan sebenarnya pemerintah daerah tidak menginginkan adanya pemotongan anggaran untuk kalurahan. Namun, jika pemangkasan tidak dilakukan, maka pengurangan Danais sebesar Rp200 miliar tidak akan bisa dicapai.
“Kalau tidak mengurangi itu, maka kami tidak mendapatkan angka pemangkasan Rp200 miliar. Sehingga salah satu pilihannya adalah berapa aktivitas yang belum komplit kaitannya dengan aturan mainnya, kita tahan dulu,” ujarnya.
Meski terjadi penyesuaian besar, Aris memastikan alokasi BKK untuk kalurahan tetap diupayakan berjalan optimal. Total anggaran yang dialokasikan pada 2025 masih berada di atas Rp140 miliar, yang merupakan konsolidasi dari BKK sebelumnya.
“Pemangkasan ini memang angka yang besar. Tapi kalau dicermati, dengan angka 1 triliun itu BKK untuk Kalurahan tetap banyak,” ucap Aris.
“Di BKK Kalurahan tahun 2025 ini walaupun berkurang tetap kami berusaha pertahankan, sehingga lebih dari angka Rp140 miliar yang kami alokasikan, ini terpusat dari BKK-BKK yang sebelumnya kami alokasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Kangen kembali digelar dan menarik ratusan pengunjung, terutama anak muda, yang datang bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi juga menikmati dan mengena
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.