Kuota Sertifikasi Halal Gratis DIY Ditutup Akhir Mei 2026
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
Jalan rusak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo masih mempunyai pekerjaan rumah menumpuk di kawasan Menoreh.
Utamanya, berkaitan dengan jalan rusak berat yang jumlahnya cukup panjang. Kawasan Menoreh Kulonprogo meliputi Kapanewon Nanggulan, Girimulyo, Kalibawang, dan Samigaluh.
BACA JUGA: Langkah Pemkab Kulonprogo Setelah Jalan Berlubang Ditanami Pohon
Sekretaris DPUPKP Kulonprogo Sulung Ambang Sujagad mengatakan, jalan kabupaten di empat kapanewon tersebut masih banyak yang rusak. Misalnya, di Kapanewon Nanggulan terdapat 31 ruas jalan dengan panjang 56,32 kilometer (km). "Jalan kondisi baik 33,05 km, sedang 12,85 km, rusak ringan 2,71 km dan rusak beratnya 7,60 km," katanya saat dihubungi, Selasa (5/8/2025).
Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi di Kapanewon Girimulyo. Terdapat 25 ruas jalan kabupaten dengan panjang 69,29 km. Kondisi jalan kabupaten di Girimulyo yang baik sepanjang 33,31 km, sedang 19,35 km, rusak ringan 4,43 km, dan rusak berat sepanjang 12,20 km.
"Kapanewon Kalibawang ada 22 ruas jalan dengan panjang 54,15 km yang rusak berat mencapai 9,44 km," imbuhnya. Sulung menuturkan, di Kalibawang jalan kabupaten yang kondisi baik sepanjang 29,19 km, sedang 13,28 km dan rusak ringan 2,25 km.
Kondisi jalan kabupaten yang cukup memprihatinkan terdapat di Kapanewon Samigaluh. Lantaran dari data DPUPKP Kulonprogo, di Samigaluh ada 42 ruas jalan dengan panjang 113,49 km.
"Kondisi yang rusak beratnya mencapai 30,48 km," ucap Sulung.
Sedangkan jalan kabupaten yang kondisi baik di Samigaluh sepanjang 39,32 km, sedang 36,48 km dan rusak ringan 7,21 km. Dari data tersebut jika ditotal, sepanjang 59,72 km jalan kabupaten di kawasan Menoreh Kulonprogo kondisinya rusak berat.
Sulung menjelaskan, penanganan untuk kondisi jalan kabupaten yang baik dan sedang dengan pemeliharaan rutin untuk mempertahankan kemantapan jalan.
"Jalan rusak ringan dengan pemeliharaan berkala jalan dan jalan rusak berat dengan rekonstruksi jalan," ungkapnya.
Anggaran penanganan jalan kabupaten bisa melalui APBD Kulonprogo ataupun dana keistimewaan DIY. Tentu jumlah jalan kabupaten yang rusak berat di kawasan Menoreh ini menjadi PR yang harus diselesaikan. Apalagi Wakil Ketua DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono menyoroti kawasan tersebut karena minim pembangunan sehingga ekonomi masyarakat minim geliatnya. Menurutnya, infrastruktur jalan menjadi penting untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Menoreh Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.