Banyumas Bidik Wisatawan lewat Insentif untuk Agen Travel
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta nelayan di provinsi ini agar menunda melaut jika gelombang di laut selatan diperkirakan tinggi dan berisiko.
Kepala DKP DIY R. Hery Sulistio Hermawan menyebut telah menyampaikan imbauan itu seiring dengan munculnya peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi gelombang di laut selatan DIY.
BACA JUGA: Preview dan Prediksi PSM Makassar vs Persijap Jepara
"Kami tidak melarang, tapi selalu menyampaikan agar nelayan menunda melaut kalau memang risikonya besar," kata Hery, Kamis (7/8/2025).
Meski ia menilai sebagian besar nelayan di DIY selama ini telah memahami situasi dan karakter laut selatan, mereka tetap diminta selalu mengakses ramalan cuaca dari BMKG sebagai acuan sebelum melaut.
"Intinya bahwa kami selalu mengingatkan pada nelayan kita, satu, untuk selalu melihat ramalan cuaca dari alat, stasiun meteorologi BMKG itu. Itu sebagai acuan," ujarnya.
Selain itu, Hery juga mengingatkan para nelayan untuk selalu memakai jaket pelampung sebagai alat pelindung diri.
"Jangan sampai mereka melaut tanpa itu. Karena itu kan hal yang bisa memitigasi risiko," kata dia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menyatakan telah menyiagakan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Rescue Istimewa di lokasi wisata, khususnya di kawasan pantai selatan DIY.
"Kami siagakan semua di sepanjang pantai selatan," ujar Noviar.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di wilayah perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlaku mulai 6 hingga 9 Agustus 2025.
Selama periode itu, gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul, DIY.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono menyebut potensi gelombang tinggi itu antara lain dipicu oleh bibit Siklon Tropis 90S dan sirkulasi siklonik yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Jenazah Anggota VI BPK RI Fathan Subchi diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin, lalu disemayamkan di Kantor BPK dan rumah duka di Condet.
Polri menetapkan 256 tersangka kasus karhutla yang membakar 35.390,99 hektare lahan. Penindakan menyasar pelaku perorangan dan korporasi.
Li Hong Yi/Huang Ke Xin menjuarai Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan Terry/Gloria dalam tiga gim di Kudus.
Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih memiliki banyak kekurangan. Sebanyak 353 orang dipecat dan BGN menguji CCTV berbasis AI.
Dino Patti Djalal membantah hoaks bertamu ke rumah Dubes Singapura bersama Saiful Mujani dan menilai kabar itu sebagai upaya menggiring opini.