Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi wisuda UNY. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Ribuan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang telah diwisuda sejak Februari 2025 lalu hingga Agustus 2025 ini belum menerima ijazah. Hal ini berpengaruh dalam akses pekerjaan beberapa mahasiswa yang memerlukan ijazah asli.
Salah satu alumni UNY yang enggan disebut namanya mengaku ia diwisuda pada periode Februari 2025 lalu. “Saya wisuda periode Februari, itu enggak ada ijazahnya. Cuma dapat map kosong, kayaknya cuma ada tulisan selamat aja,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (13/8/2025).
Sejak Februari lalu, ia sudah berusaha menanyakan perihal ijazahnya namun sampai saat ini belum mendapat kejelasan. “Saya terakhir coba nanya ke dosen, karena memang lama ijazah turun dan bingung mau tanya ke siapa. Dari dosen disuruh ke pihak yang ada di grup WhatsApp wisuda,” katanya.
BACA JUGA: Bupati Pati Termasuk Penerima Dana Kasus Suap DJKA, KPK: Ada Peluang Dipanggil
Di grup tersebut hanya memberikan informasi melalui Surat Edaran pada akhir Mei 2025 lalu jika ijazah belum bisa turun karena masih proses sinkronisasi data. “Intinya belum bisa karena ada proses sinkronisasi data. Belum ada yang dapat ijazah,” ucapnya.
Setelah periode Februari, UNY kembali menggelar wisuda periode Mei dan Agustus yang juga belum memberikan ijazah kepada lulusan. Bahkan pada periode wisuda terakhir sempat heboh karena adanya surat pernyataan yang harus ditandatangani mahasiswa berisi kesediaannya menunggu ijazah dan tidak menuntut ijazah segera turun.
Belum diterbitkannya ijazah tidak terlalu mengganggu karena ia memiliki pekerjaan informal yang masih bisa memberinya penghasilan untuk hidup sehari-hari. Namun beberapa temannya jadi terkendala dalam mengakses pekerjaan karena masalah ini.
“Ada satu teman saya sudah balik kampung dan diterima mengajar magang, tapi enggak bisa jadi guru karena harus pakai ijazah asli. Sangat miris karena ditunda lama banget alasanya sinkronisasi data tanpa informasi jelas kapan turunnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pengumuman, Kegiatan CFD di Jalan Pemuda Klaten Diliburkan 2 Minggu
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, mengakui ijazah wisudawan tak kunjung terbit. Setidaknya 2.900-an wisudawan yang belum menerima ijazah. "Yang kemarin sudah wisuda itu 2.900-an itu," katanya.
Keterlambatan ijazah itu menurutnya karena adanya transisi kurikulum dan sinkronisasi data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). "Kami ngurusi ijazah itu PISN [Penomoran Ijazah dan Sertifikat Nasional] mati, diperpanjang ini matinya lagi. Harusnya kemarin sudah hidup diperpanjang sampai Jumat ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pendapatan Kulonprogo diproyeksikan turun Rp97,25 miliar. DPRD mendorong Pemkab mengoptimalkan potensi YIA dan kawasan industri.
Kejagung mendalami dugaan aliran Rp40 miliar dari Tan Kian kepada Febrie Adriansyah dalam perkara korupsi dan TPPU.
BSI memperluas akses pembiayaan rumah pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui BSI Griya MLT dengan skema syariah hingga 30 tahun.
Pemprov Jateng siap menjembatani aspirasi warga soal PLTP Gunung Ungaran dan mengkaji dampak proyek terhadap lingkungan serta masyarakat.
DPRD Bantul mendorong ketahanan pangan tak hanya mengandalkan sawah, tetapi juga mengoptimalkan lahan tegal, peternakan, dan perikanan.