Pelajar Meninggal Ditusuk di Kotabaru Jogja, Polisi Buru Pelaku
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi (tengah) saat memberikan keterangan usai unjuk rasa, Senin (1/9/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY pada Senin (1/9/2025) berjalan tertib dan damai. Sejak siang hingga sore, ratusan massa mendatangi gedung tersebut secara bergantian untuk menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, mengapresiasi kondusivitas aksi tersebut. Menurutnya, unjuk rasa kali ini benar-benar murni sebagai sarana menyampaikan aspirasi tanpa ada indikasi penunggang kepentingan lain.
BACA JUGA: Demonstrasi di DPRD DIY Senin Siang, Ini Isi Tuntutannya
“Alhamdulillah, berkat kebersamaan kita, baik itu aparat, wakil rakyat, dan seluruh masyarakat Jogja sehingga hari ini tidak terjadi apa-apa. Teman-teman yang datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi ternyata murni tidak ditunggangi pihak-pihak lain,” ujar Nuryadi usai aksi unjuk rasa, Senin (1/9/2025).
“Yang kemarin kasihan kita sama teman-teman mahasiswa, gerakannya selalu ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu,” tambahnya.
Ia menuturkan bahwa momentum ini memperlihatkan kolaborasi nyata antara masyarakat dan wakil rakyat. Kesadaran menjaga DIY sebagai aset bersama menjadi landasan penting agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar bermanfaat dan aman.
Nuryadi mengatakan, DPRD juga membuka ruang selebar-lebarnya bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
BACA JUGA: Siaga Satu, Buruh Siap Menjaga Gangguan Keamanan di Kawasan Industri
Nuryadi menambahkan bahwa masyarakat kini semakin memahami pentingnya menjaga ketertiban dalam menyampaikan pendapat. Baginya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Jogja mampu menyeimbangkan tradisi demokrasi dengan kearifan lokal yang menjunjung kedamaian.
Sejalan dengan itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi menjaga suasana tetap kondusif. Ia menilai aksi hari ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap Jogja yang damai.
“Alhamdulillah semuanya cinta Jogja yang indah dan damai, sejuk untuk semuanya. Kita menghargai semua pihak bahwa hari ini semua yang ada di Jogja baik-baik saja,” ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.