Jangan Salah Paham, Ini Bedanya MHEV, HEV, PHEV, dan REEV
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi
Ilustrasi pemangkasan pohon perindang./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan dengan memperkuat pemantauan dan pemeliharaan pohon di sejumlah titik rawan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemangkasan dan penanganan cepat apabila ditemukan pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat.
BACA JUGA: 9 Pohon di Kota Jogja Tumbang Usai Hujan Lebat Melanda
“Sudah ada pendataan pengawas di lapangan. Kalau melihat ada pohon keropos, kami minta segera lapor. Sejak tahun lalu sudah disiapkan dua sif petugas jaga jadi kalau ada pohon tumbang bisa langsung kami tangani,” jelas Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Jogja, Rina Aryati Nugraha dikutip dari laman Pemkot Jogja, Selasa (2/9/2025).
Pihaknya menegaskan bahwa setiap hari selalu menerjunkan timnya untuk melakukan penyisiran dan pemeliharaan pohon yang tersebar di Kota Jogja. Sejumlah titik prioritas pemangkasan meliputi kawasan Panjaitan Krapyak, Kota Baru, hingga Lempuyangan.
“Di Jalan Panjaitan dan Kota Baru jadi titik prioritas karena di wilayah tersebut masih banyak tersebar pohon-pohon besar, tinggi dan sudah cukup tua,” ungkapnya.
Ada sebanyak 20 ribu-an pohon yang tersebar di Kota Jogja yang termasuk dalam aset DLH. Jenis pohon yang paling banyak ditemui adalah Pohon Angsana dan Tanjung, selain itu ada Pohon Asem Jawa, Pohon Sawo, Pohon Tabebuya, dan beberapa jenis Pohon Beringin. Meski demikian, untuk saat ini hanya sekitar 5 persen pohon yang rawan tumbang.
“Kalau untuk tahun ini sudah tidak terlalu banyak, karena sudah dari tahun kemarin kami sudah fokus melakukan pemeliharaan dan pemangkasan. Kegiatan pemangkasan tidak hanya dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya, tetapi juga untuk membersihkan semaian agar lingkungan tetap aman dan nyaman,” tambahnya.
Rina menyebutkan Pohon Waru menjadi salah satu fokus pemeliharaan. Meski tidak tercatat dalam inventaris resmi DLH, ia menjelaskan jika pohon jenis ini banyak ditemukan di berbagai lokasi dan memiliki karakteristik yang lebih rapuh dibandingkan pohon lain. Cabang dan ranting Pohon Waru mudah patah, sehingga rawan tumbang terutama saat angin kencang atau cuaca buruk.
Ia juga membeberkan bahwa saat ini yang mulai memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim hujan belum ada laporan pohon tumbang. “Sekitar 1-2 minggu yang lalu hanya ada laporan beberapa ranting atau dahan patah di perkampungan, tapi kalau tumbang tidak ada,” lanjutnya.
Rina menghimbau masyarakat agar dapat melaporkan kondisi pohon yang dianggap membahayakan. “Kami terus berupaya memberikan yang terbaik meskipun ada keterbatasan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.