DPRD Sleman Pelajari Pola Kemitraan Media di Surabaya
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Keistimewaan DIY./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Paniradya Kaistimewan DIY akan menggelar penutupan Gebyar Keistimewaan HUT ke-13 Undang-Undang Keistimewaan DIY di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul pada Sabtu (13/9).
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan Gebyar Keistimewaan akan ditutup pada 13 September 2025 mendatang setelah berbagai rangkaian kegiatan selama sebulan. Ia memastikan rangkaian kegiatan ini telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat di DIY, mulai dari pembukaan di Kota Jogja, kemudian puncak acara di Gunungkidul, dan penutupan di Bantul.
BACA JUGA: Kronologi Guru SMAN 1 Cepogo Boyolali Menginjak Siswa
Adapun event penutupan ini akan berlangsung dari pagi hingga malam. Dimulai dari olahraga senam pagi, stan bazar UMKM perwakilan DIY dan khususnya sekitar Bantul serta pameran hasil program keistimewaan dari beberapa kalurahan yang memilik potensi unggulan.
"Jadi hasil keistimewaan yang di Bantul akan dipamerkan juga, seperti Srimi, makanan lokal buatan Kalurahan Sriharjo. Kemudian pasar murah kerja sama dengan Disperindag," kata Aris, Rabu (10/9).
Selain itu, dalam event ini Harian Jogja juga akan menyajikan sejumlah layanan. Terdiri atas donor darah, posyandu anak balita, pembagian sembako, pembagian bibit tanaman, dan pembagian benih ikan. "Kami sangat mengapresiasi berbagai pihak termasuk dari Harian Jogja yang ikut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan penutupan Gebyar Keistimewaan ini. Tentu ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat," ucap Aris.
Plt. Kadiv SDM sekaligus Manajer Hukum, Humas, dan Kesekretariatan Tarumartani, Nugroho Bambang Widyatmoko, menambahkan pihaknya sepenuhnya mendukung rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Keistimewaan DIY melalui partisipasi dalam beragam rangkaian kegiatan. Salah satunya, Tarumartani memberikan dukungan anggaran yang diwujudkan dalam bentuk bantuan paket sembako.
Adapun paket sembako tersebut rencananya dibagikan kepada warga kurang mampu di sekitar Kapanewon Pleret atau lokasi acara penutupan HUT Keistimewaan DIY. "Tentu kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat DIY. Kebetulan untuk bantuan sembako kali ini menyasar warga kurang mampu di sekitar lokasi acara penutupan," katanya.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menilai penutupan Gebyar Keistimewaan DIY yang diinisasi Paniradya Kaistimewan DIY ini menjadi event menarik karena melibatkan banyak stakeholder di DIY. Di sisi lain, kegiatan ini juga langsung bersentuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, Harian Jogja berpartisipasi dan mendukung sepenuhnya event tersebut.
"Kegiatan sosial seperti ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, maka saya sepakat harus disengkuyung bersama-sama. Ini adalah bagian dari istimewanya DIY, bergotong royong, bersama-sama membantu masyarakat. Kami mendukung dan meriahkan," ujarnya.
BACA JUGA: Jadwal Bus Sinar Jaya dari Pantai Parangtritis ke Malioboro
Branch Manager Alfamidi Cabang Boyolali, Heribertus, mengatakan Alfamidi menjadi salah satu bagian dari DIY. Dukungan yang Alfamidi berikan dalam rangkaian perayaan HUT Keistimewaan DIY membuktikan komitmen tulus untuk DIY.
Dalam acara ini, Alfamidi menyumbangkan 150 popok bayi untuk diberikan kepada peserta posyandu di Kelurahan Pleret. "Semoga bermanfaat bagi keluarga anak balita. Kami berterima kasih diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam rangkaian penutupan HUT Keistimewaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.