Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, secara simbolis menanam pohon kantil di kompleks Kepatihan, Rabu (17/9/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mendorong pengelolaan sampah mandiri dan penghijauan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini untuk mendukung gerakan Rukti Bumi, Reformasi Hijau Komplek Kepatihan Birokrasi Berbudaya Ramah Lingkungan.
Rukti Bumi ditandai secara simbolis dengna penanaman pohon kantil di sisi utara lapangan upacara kompleks Kepatihan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Rabu (11/9/2025). Bersama sejumlah kepala OPD, Sri Sultan juga meninjau pengelolaan sampah yang dijalankan di Kepatihan dengan mesin pencacah daun, biopori, maggot dan sebagainya.
BACA JUGA: Kuota Sampah Kota Jogja di TPA Piyungan Tersisa 2.400 Ton
Sri Sultan menjelaskan penghijauan kantor OPD selain untuk memberi pasokan oksigen juga lebih nyaman secara visual. “Jadi mata kita itu melihatnya kalau banyak tanaman lebih nyaman. Tamu datang itu ya melihatnya tidak terlalu panas,” ujarnya.
Di samping itu OPD juga diminta mengelola sampah secara mandiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Misalnya dengan bikin biopori. Tapi itu tergantung sampahnya kan ada yang relative sedikit ada yang banyak,” katanya.
OPD juga bisa mendukung penghijauan dengan program penampungan air hujan sehingga lebih hemat air. “Tidak hanya sampah, tapi juga tampungan air hujan sehingga bisa untuk menyirami tidak perlu pakai air PDAM,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menuturkan masing-masing OPD timbulan sampah dan sumber daya manusianya berbeda. “Sehingga untuk OPD yang memang perlu penanganan sampah seperti di Kepatihan akan ada koordinasi tindak lanjut,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sri Sultan HB X: Kita Harus Lebih Peka Terhadap Kondisi Masyarakat
DLHK DIY juga sudah menyampaikan ke OPD di lingkungan Pemda DIY untuk mengelola sampah dengan metode biopori dan melakukan penghijauan. “Tidak hanya OPD, harapan kami juga ke sekolah-sekolah juga demikian,” ucapnya,
DLHK DIY setiap tahun menganggarkan bibit pohon yang bisa digunakan masyarakat umum untuk penghijauan di wilayah masing-masing. Setiap tahun setidaknya disiapkan 10.000-15.000. “Tapi kalau dari kami kesiapannya di November sampai Desember, karena kalau sebelum musim hujan diberikan bibit, nanti malah pada mati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
PDA Indonesia menjelaskan prinsip infill development agar bangunan baru tetap selaras dengan nilai sejarah, budaya, dan arsitektur kawasan cagar budaya.
Sebanyak 68.000 UMKM menjadi pemasok program MBG. Menteri UMKM Maman Abdurahman mendorong penambahan mitra usaha lokal.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 26 Oktober 2026 tersedia untuk 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatannya.
Bulog menyiapkan bantuan beras untuk 33,2 juta penerima periode Oktober-Desember 2026. Penyaluran menunggu data dari Kemensos.
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.