Baru Bebas, Residivis Curi Tas Rp4,8 Juta di Swalayan Jogja
Residivis pencurian kembali ditangkap usai mencuri tas pengunjung swalayan di Jogja. Polisi mengungkap kerugian korban mencapai Rp4,8 juta.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X./Harian Jogja-LUS
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal itu disampaikan Sultan saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD DIY, Rabu (17/9/2025).
Dalam forum tersebut, Sultan mengingatkan bahwa kinerja pemerintah dan DPRD harus selalu diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan perlunya menghindari narasi yang justru dapat memicu kegaduhan sosial.
BACA JUGA: PGRI Sleman Harap Ada Bimtek
“Kami mengajak kepada DPRD sebagai elemen pemerintahan daerah, mari sama-sama kita jaga kinerja pemerintah dan pemerintahan daerah dengan memprioritaskan pada tujuan pembangunan daerah demi menghadirkan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat,” ujar Sultan.
Sultan juga menyinggung pentingnya mengambil pelajaran dari berbagai kejadian yang sempat memicu ketegangan di masyarakat beberapa waktu lalu. Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi hikmah agar tercipta suasana yang kondusif di DIY.
Ia mengingatkan bahwa ketenangan dan kenyamanan masyarakat merupakan syarat utama agar seluruh komponen daerah bisa beraktivitas dan berinteraksi dengan baik. Stabilitas ini, kata Sultan, hanya bisa terwujud jika semua pihak menjaga komunikasi dan kepekaan sosial.
Selain itu, Sultan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di DIY untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan bahwa nilai-nilai kebersamaan, rasa saling menghargai, dan musyawarah harus dikedepankan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Kami mengajak kepada seluruh elemen di DIY untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Selalu mengedepankan rasa saling menghargai sesama anak bangsa, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Menurut Sultan, dengan komitmen bersama menjaga kedamaian dan stabilitas, DIY akan tetap menjadi ruang hidup yang nyaman bagi seluruh warganya. Ia berharap pesan ini menjadi perhatian baik bagi DPRD maupun masyarakat luas agar sinergi pembangunan dapat berjalan lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis pencurian kembali ditangkap usai mencuri tas pengunjung swalayan di Jogja. Polisi mengungkap kerugian korban mencapai Rp4,8 juta.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.