PSIM Jogja vs Persija 10 Oktober Dimajukan, Ini Jadwal Terbaru
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— DPRD DIY mendorong pembentukan sekolah pra-keluarga sebagai upaya memperkuat kesiapan calon pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Program tersebut dinilai penting untuk membekali masyarakat dengan pemahaman mengenai pengasuhan anak, kesehatan mental, hingga relasi keluarga yang sehat.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, mengatakan pendidikan keluarga seharusnya tidak baru diberikan setelah seseorang menikah. Menurutnya, pemahaman mengenai kehidupan keluarga perlu diperoleh sejak sebelum membangun rumah tangga agar pasangan lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul di kemudian hari.
“Saya ingin ada sekolah pra-keluarga, supaya ada pemahaman awal. Sebenarnya pendidikan keluarga mulai dari awal itu harus ditekankan,” ujar Dwi Wahyu, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, keluarga merupakan fondasi utama dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Karena itu, berbagai hasil penelitian dan data terkait persoalan keluarga perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret dan tidak berhenti sebatas diskusi akademik.
Dwi menilai kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mewujudkan program tersebut. Akademisi dapat berkontribusi melalui kajian dan penelitian, sementara pemerintah berperan mengimplementasikan hasil kajian tersebut dalam bentuk program maupun regulasi.
“Sebenarnya butuh kolaborasi. Dari diskusi itu salah satunya ada data, dan data ini akan membutuhkan sebuah kebijakan. Kebijakan butuh regulasi,” katanya.
Dorongan penguatan keluarga juga mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY. Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati, mengatakan pihaknya tengah menjajaki pengembangan Sekolah Keluarga bersama sejumlah mitra, termasuk Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai psikologi keluarga, pola pengasuhan, serta kesehatan mental dalam lingkungan rumah tangga.
“Begitu pentingnya penguatan keluarga, utamanya dari sisi pemahaman ilmu psikologi. Kami sudah berdiskusi dengan pihak terkait, termasuk Fakultas Psikologi UGM, untuk nantinya kita punya Sekolah Keluarga, baik secara offline maupun online,” jelas Erlina.
Sementara itu, Kepala Center for Public Mental Health Fakultas Psikologi UGM, Diana Setiyawati, menegaskan bahwa Generasi Emas tidak akan terwujud tanpa perencanaan yang matang sejak sekarang. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
“Generasi Emas bukan ditunggu, tapi diciptakan, dirancang dan diusahakan,” tegas Diana.
Ia menambahkan penguatan keluarga perlu menjadi perhatian serius karena masih banyak persoalan sosial yang berakar dari lingkungan rumah tangga. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat terdapat 1.152 korban kekerasan di DIY, termasuk 432 korban anak-anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 kasus terjadi dalam lingkup rumah tangga.
Menurut Diana, penanganan persoalan keluarga tidak cukup hanya dilakukan setelah masalah muncul. Upaya promotif, preventif, hingga kuratif harus berjalan secara beriringan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Sekolah, organisasi keagamaan, PKK, RT, Dasawisma, hingga komunitas lokal dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang keluarga yang sehat.
Karena itu, penguatan keluarga tidak hanya berbicara mengenai kemampuan orang tua dalam mengasuh anak. Kesiapan mental, kemampuan membangun relasi, pemahaman psikologi, serta dukungan lingkungan sosial perlu dipersiapkan sejak sebelum rumah tangga terbentuk.
Melalui sekolah pra-keluarga, pemerintah daerah berharap calon pasangan memiliki bekal yang lebih baik dalam membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.