11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Bupati Sleman Harda Kiswaya - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Harda Kiswaya angkat bicara terkait Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melarang sekolah mengumbar jika terjadi kasus keracunan menu makan bergizi gratis (MBG).
Menurut Harda, Pemkab Sleman terus memberi dukungan atas penyelenggaraan program yang digulirkan Pemerintah Pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Hanya, perlu ada pengawasan dan perbaikan atas penyelenggaraan program selama ini.
BACA JUGA: Disdik Sleman Tidak Setuju Perjanjian Merahasiakan Keracunan MBG
Dia memang belum membaca surat PKS yang dibuat pada Rabu (10/9/2025) tersebut. Meski begitu, apabila ada klausul menjaga kerahasiaan apabila terjadi KLB, dia tidak setuju.
“Menurut saya tidak baik [ada klausul menjaga kerahasiaan]. Evaluasi bisa dari masyarakat dan organisasi yang dibentuk. Khususnya dari masyarakat malah lebih baik, karena murni tanpa tendensi apapun. Kita harus mengakui kalau ada kelemahan dan memperbaiki,” kata Harda di Pendopo Parasamya, Sabtu (20/9/2025).
Harda menegaskan keterbukaan atas penyelenggaraan pembangunan jauh lebih baik daripada menjaga kerahasiaan. Saran dan kritik dari banyak orang penting untuk dipertimbangkan.
“Kita mendukung bagaimana agar program ini [MBG] dengan baik. Pemda itu tidak pernah tahu [ada persoalan penyelenggaraan program MBG], tapi selalu ketiban [diminta pertanggungjawaban] terus kalau ada hal-hal semacam ini,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalurahan Tirtomartani, Kalasan dengan Penerima Manfaat menjadi menjadi perdebatan di sejumlah kalangan di Kabupaten Sleman.
Salah satu klausul dalam surat tersebut menyatakan agar Penerima Manfaat menjaga rahasia apabila ada kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.
Bunyi klausul ketujuh yaitu apabila terjadi KLB seperti dugaan keracunan, ketidaklengkapan paket makanan, atau masalah serius lainnya, PIHAK KEDUA berkomitmen untuk menjaga kerashasiaan informasi hingga PIHAK PERTAMA menemukan solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Kedua belah pihak sepakat untuk saling berkomunikasi dan bekerja sama dengan mencari Solusi terbaik demi kelangsungan program ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.