Anggaran BBM Pemadam Jogja Naik Rp75 Juta Layanan Disesuaikan
Damkarmat Kota Jogja ajukan tambahan Rp75 juta BBM, layanan darurat tetap prioritas, non-darurat lebih selektif.
Petugas mengolah sampah di ITF Niten pada Minggu (19/12/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota Jogja (Pemkot) mendorong puluhan orang Juru Pengawas Pemilahan Sampah (Jumilah) mampu dampingi pemilahan sampah di setiap wilayah. Dari situ, diharapkan volume sampah harian Kota Jogja dapat menurun.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan puluhan jumilah tersebut akan ditempatkan di setiap wilayah untuk mendampingi warga dalam pemilahan dan pengolahan sampah. “Mereka tidak hanya memilah sampah, tetapi juga akan menerangi mindset masyarakat untuk memilah sampah,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
BACA JUGA: Ini Permasalahan Krusial yang Masih Terjadi di Tiga Sungai di Jogja
Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Ahmad Haryoko menuturkan saat ini telah ada 90 orang jumilah di Kota Jogja. Puluhan jumilah tersebut akan melakukan pendampingan pemilahan dan pengolahan sampah pada 45 kelurahan di Kota Jogja.
“Jumilah tugas utamanya memastikan samah dari masyarakat maupun penggerobak dalam keadaan terpilah sebelum dibuang ke depo,” katanya, Rabu (24/9/2025).
Nantinya, setiap kelurahan akan didampingi oleh dua orang jumilah dalam pemilahan dan pengolahan sampahnya. Jumilah tersebut akan bertugas untuk memeriksa sampah yang telah diangkut transporter telah terpilah.
“Hasil pemeriksaan kemudian dilaporkan ke DLH Kota Jogja,” katanya.
Selain itu, jumilah juga berperan menertibkan jadwal pengambilan sampah organik, anorganik dan residu. Saat ini menurutnya, Pemkot Jogja membagi jadwal pengambilan sampah residu anorganik pada Senin dan Kamis, sampah residu organik pada Selasa, Jumat dan Sabtu, sampah residu anorganik.
Dia pun berharap sampah yang dibawa ke depo dapat menurun jumlahnya. Dia pun mendorong sampah organik diolah di setiap wilayah, dan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkarmat Kota Jogja ajukan tambahan Rp75 juta BBM, layanan darurat tetap prioritas, non-darurat lebih selektif.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.