PSS Sleman Menang 6-0, Pieter Huistra Puji Penampilan Pemain Muda
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis di I.League Cup 2026/2027. Pieter Huistra memuji penampilan para pemain muda Super Elang Jawa.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko ditemui di UGM pada Rabu (1/10/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan riset untuk menciptakan test kit pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alat uji ini akan dikembangkan untuk mencegah terjadinya keracunan makanan.
Pengembangan test kit MBG ini diutarakan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Laksana menjelaskan, dalam program MBG ini BRIN akan berkontribusi dalam hal penciptaan test kit untuk mencegah keracunan.
"Kalau untuk MBG kami juga berkontribusi, khususnya saat ini kami fokus untuk yang pertama itu test kit. Test kit untuk mencegah keracunan," jelas Laksana pada Rabu (1/10/2025) di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Gambaran awal, test kit yang disiapkan berbentuk seperti kertas. Dengan alat tersebut, makanan bisa dicek apakah sudah busuk atau mengandung mikroba berbahaya.
"Ya semacam test kit gitu yang pakai kertas gitu ya, rencananya begitu. Ya, betul [mengecek bakteri] persis. Kalau basi itu pasti ada bakteri. Ya, karena bakteri," katanya.
Apabila test kit ini dimiliki oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mereka, kata Laksana, bisa melakukan pengecekan langsung terhadap makanan yang telah dibuat. Ia menyebut alat uji tersebut cukup sederhana dan terbilang murah.
BACA JUGA: Bus Gratis untuk Siswa Disabilitas di Kulonprogo Ringankan Orang Tua
"Iya, jadi langsung saja dicek. Jadi itu kan mudah ya, sederhana dan tidak mahal. Ya, itu bagian dari pencegahan," jelasnya.
Laksana menegaskan, adanya test kit ini akan membuat pengelola SPPG lebih mudah untuk mengecek berbagai masakan yang telah diolah.
"Jadi untuk pengelola SPPG dia juga bisa lebih mudah ngecek produk yang dihasilkan," tandasnya.
Saat ditanya kapan test kit untuk MBG ini akan tersedia, Laksana mengatakan bila alat uji tersebut sesegera mungkin bisa selesai dibuat. "Ya, sesegera mungkin lah ya. Mestinya tidak terlalu sulit, tapi kami akan upayakan segera," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis di I.League Cup 2026/2027. Pieter Huistra memuji penampilan para pemain muda Super Elang Jawa.
UMP DIY 2026 sebesar Rp2,4 juta, sedangkan KHL mencapai Rp4,6 juta. UU Pelindungan Ketenagakerjaan membuka opsi penyesuaian upah.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara erupsi pada 7 November 2026. Kolom abu mencapai 1.000 meter, sementara guguran lava mengarah ke sejumlah sungai.
Kemnaker menjelaskan syarat penerima BSU 2026 senilai Rp900.000, mulai dari batas gaji hingga status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kapolda DIY menegaskan tidak ada anggota Jaga Warga saat kericuhan unjuk rasa 28 Oktober 2026 di kawasan Malioboro.
Polda Jateng memastikan benda logam berdiameter 4,5 milimeter di tubuh bocah Kendal bukan peluru senjata api.