Sebulan, Lansia Gunungkidul Curi Belasan Sepeda di Sleman dan Bantul
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko ditemui di UGM pada Rabu (1/10/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan riset untuk menciptakan test kit pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alat uji ini akan dikembangkan untuk mencegah terjadinya keracunan makanan.
Pengembangan test kit MBG ini diutarakan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Laksana menjelaskan, dalam program MBG ini BRIN akan berkontribusi dalam hal penciptaan test kit untuk mencegah keracunan.
"Kalau untuk MBG kami juga berkontribusi, khususnya saat ini kami fokus untuk yang pertama itu test kit. Test kit untuk mencegah keracunan," jelas Laksana pada Rabu (1/10/2025) di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Gambaran awal, test kit yang disiapkan berbentuk seperti kertas. Dengan alat tersebut, makanan bisa dicek apakah sudah busuk atau mengandung mikroba berbahaya.
"Ya semacam test kit gitu yang pakai kertas gitu ya, rencananya begitu. Ya, betul [mengecek bakteri] persis. Kalau basi itu pasti ada bakteri. Ya, karena bakteri," katanya.
Apabila test kit ini dimiliki oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mereka, kata Laksana, bisa melakukan pengecekan langsung terhadap makanan yang telah dibuat. Ia menyebut alat uji tersebut cukup sederhana dan terbilang murah.
BACA JUGA: Bus Gratis untuk Siswa Disabilitas di Kulonprogo Ringankan Orang Tua
"Iya, jadi langsung saja dicek. Jadi itu kan mudah ya, sederhana dan tidak mahal. Ya, itu bagian dari pencegahan," jelasnya.
Laksana menegaskan, adanya test kit ini akan membuat pengelola SPPG lebih mudah untuk mengecek berbagai masakan yang telah diolah.
"Jadi untuk pengelola SPPG dia juga bisa lebih mudah ngecek produk yang dihasilkan," tandasnya.
Saat ditanya kapan test kit untuk MBG ini akan tersedia, Laksana mengatakan bila alat uji tersebut sesegera mungkin bisa selesai dibuat. "Ya, sesegera mungkin lah ya. Mestinya tidak terlalu sulit, tapi kami akan upayakan segera," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Sebanyak 73 sekolah di Sleman mengajukan edukasi mitigasi bencana kepada BPBD selama MPLS 2026. Materi disesuaikan dengan potensi bencana wilayah
Pemkab Bantul masih mematangkan persiapan pembangunan PSEL, mulai dari penyiapan lahan hingga penyusunan MoU dan PKS bersama Danantara.
KPK mengusulkan kampanye akbar ditinjau ulang dan mendorong kampanye digital untuk menekan biaya politik serta mencegah korupsi.
Dispetaru Bantul menyusun SPPR 2026-2030 untuk menyelaraskan program pembangunan lintas OPD dengan RTRW agar pembangunan lebih terarah.
Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari.