Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY telah mencanangkan program Desa Mandiri Budaya sejak 2020 silam. Hingga saat ini, totalnya sudah ada 45 kalurahan yang mendapat manfaat dari program ini dengan total pendanaan lebih dari Rp96 miliar.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan program Desa Mandiri Budaya yang selama ini dijalankan merupakan salah satu kebijakan strategis Gubernur DIY di bidang kelembagaan dan kebudayaan. Indikator utama keberhasilan program pengembangan potensi wilayah ini ialah dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, tidak hanya capaian fisik saja.
Melalui program ini, kalurahan diharapkan mampu mandiri dan lepas dari berbagai persoalan seperti kemiskinan, pengangguran dan stunting. “Sejak diresmikan pada 2020, program ini telah membentuk 45 Desa Mandiri Budaya dengan dukungan Bantuan Keuangan Khusus dan dana keistimewaan lebih dari Rp96 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).
Tujuan program ini yakni membentuk desa yang berdaulat, berintegritas, inovatif, serta menjunjung nilai-nilai keistimewaan Jogja melalui budaya, gotong royong, dan partisipasi masyarakat. Pemda DIY juga terus memonitor program ini salah satunya melalui ekspose monitoring dan evaluasi yang tahun ini sudah terselenggara pada Senin (13/10/2025).
“Melalui ekspose monitoring dan evaluasi, kita merefleksi sekaligus menguatkan arah kebijakan dalam pengembangan desa atau kalurahan yang prospektif, berdampak, dan berkelanjutan. Untuk itu, seluruh pihak perlu memperkuat kolaborasi,” katanya.
Hasil monitoring dan evaluasi 2025 terhadap 22 kalurahan penerima program periode 2022–2024, sebanyak enam kalurahan meraih predikat sangat baik dalam menjalankan program Desa Mandiri Budaya. Ia mengapresiasi enam kalurahan tersebut atas kerja keras dan kolaborasi masyarakat serta pemerintah desa dalam mewujudkan kemandirian dan pergerakan ekonomi lokal berbasis budaya.
Made menekankan pentingnya setiap desa mengembangkan investasi jangka panjang di sektor UMKM, wisata budaya, dan kewirausahaan. “Kita juga perlu memperluas akses pasar digital agar produk unggulan desa mampu menembus pasar nasional,” ungkapnya
Kepala Bagian Rekayasa Perekonomian, Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Hendratmoro melaporkan, menuturkan Pemda DIY terus mendorong tumbuhnya Desa atau Kalurahan Mandiri Budaya sebagai wujud penguatan kesejahteraan dan ketentraman masyarakat berbasis potensi lokal.
Pendanaan Desa Mandiri Budaya diberikan selama tiga tahun. Setelah masa fasilitasi berakhir, desa atau kalurahan diharapkan dapat menunjukkan kemandiriannya melalui pengembangan potensi budaya dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Pemda DIY menyiapkan mekanisme exit strategy sebagai rencana sistematis dalam menjaga keberlanjutan dampak program setelah berakhirnya fasilitasi. Kami juga berharap kegiatan hari ini dapat menghimpun berbagai masukan, pemikiran, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat pelaksanaan program Desa atau Kalurahan Mandiri Budaya di masa mendatang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.