47 SPPG di Kota Jogja Operasional, MBG Bidik Kelompok 3B
Sebanyak 47 SPPG di Kota Jogja telah beroperasi dan bersertifikasi SLHS. Pemkot mendorong pengawasan serta perluasan sasaran MBG.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Shidqi
Harianjogja.com, JOGJA — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mengklaim sebagian besar bangunan pesantren di wilayahnya telah tahan terhadap gempa bumi. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana gempa yang mungkin terjadi di Kota Jogja.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja, Ahmad Shidqi, mengatakan hampir seluruh bangunan pesantren kini dibangun dengan memperhatikan kekuatan struktur konstruksi sesuai kondisi geografis wilayah yang rawan gempa.
“Rata-rata bangunan pesantren di Jogja sudah memperhatikan kekuatan struktur sesuai kondisi wilayah yang rawan gempa,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Shidqi, sejumlah pesantren lama yang masih berdiri hingga kini juga dinilai memiliki konstruksi yang kokoh. Ia menilai hal itu terbukti dari ketahanannya terhadap gempa besar yang pernah mengguncang Yogyakarta pada 2006 silam.
“Kalaupun bangunan itu berdiri sebelum gempa 2006 dan masih kokoh sampai sekarang, berarti konstruksinya sudah teruji,” katanya.
Selain memastikan kekuatan bangunan, Kemenag Kota Jogja juga tengah melakukan pengawasan dan inventarisasi terhadap sarana dan prasarana pesantren, termasuk kondisi struktur bangunannya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pesantren aman dan layak huni bagi para santri.
“Kami sedang melakukan pemantauan dan pendataan terhadap sarana prasarana pesantren. Hasilnya nanti akan kami laporkan, sekaligus menjajaki kerja sama dengan instansi teknis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bangunan,” jelas Shidqi.
Ia menambahkan, dari 36 pesantren yang terdaftar di Kota Jogja, seluruhnya telah memiliki izin pendirian atau sedang dalam proses perizinan.
“Seluruh pesantren di Kota Jogja sudah berizin atau dalam proses perizinan. Kalaupun ada yang belum, saat ini sedang kami dampingi agar segera memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Shidqi menyebut jumlah santri di setiap pesantren bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan orang. Tidak semua pesantren memiliki bangunan bertingkat, karena menyesuaikan kebutuhan dan kapasitas santri.
“Data rinci mengenai kategori bangunan dan tingkat kelayakannya masih dalam proses inventarisasi,” tambahnya.
Ia berharap langkah ini dapat memastikan seluruh pesantren di Kota Jogja tidak hanya memiliki legalitas yang sah, tetapi juga aman dan nyaman bagi santri dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 47 SPPG di Kota Jogja telah beroperasi dan bersertifikasi SLHS. Pemkot mendorong pengawasan serta perluasan sasaran MBG.
Kemenpar mengandalkan gastronomi untuk mengejar target 16–17 juta wisman 2026. Kunjungan Januari–Juli mencapai 8,97 juta.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Polisi mencocokkan DNA keluarga rombongan wartawan hilang dengan jasad laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Harga Land Cruiser FJ di Indonesia masih dikalkulasi Toyota sebelum meluncur akhir 2026. Di Jepang, harganya mulai Rp500 jutaan.
LPS menekankan tiga kunci penguatan BPRS, yakni tone from the top, manajemen risiko proaktif, serta integrasi Governance, Risk, dan Compliance.