11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Petugas pada Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Kemalang dan RPTN Wilayah Cangkringan sedang memberi sosialisasi-edukasi kepada warga Sleman yang naik Bukit Kukusan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/10/2025). - Istimewa/ Balai TNGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga warga Kabupaten Sleman berinisial RD, FP, dan S, serta satu warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berinisial WL, tertangkap basah berada di zona larangan wisata Bukit Kukusan, Klaten. Bukit tersebut termasuk dalam zona larangan wisata lantaran memiliki topografi curam dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi, mengatakan petugas pada Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Kemalang dan RPTN Wilayah Cangkringan menjumpai empat orang tersebut saat melakukan patroli pada Kamis (16/10/2025).
Mengetahui hal tersebut, Balai TNGM memilih memberikan sosialisasi dan edukasi daripada sanksi. Bukit Kukusan bukan area wisata. Selain berada dalam radius 2 km dari puncak Gunung Merapi, bagian kiri, kanan, dan depan bukit merupakan jurang.
Petugas juga meminta mereka menghapus dokumentasi di ponsel. Setelah itu, petugas memasang papan larangan trekking.
“Kalau ditanya apakah sebelumnya tidak ada papan larangan trekking, lokasinya memang tidak diperuntukkan buat trekking dan bukan zona wisata. Papan dipasang karena belakangan dijumpai aktivitas wisatawan sampai ke lokasi tersebut,” kata Wahyudi lewat pesan singkat WhatsApp, Sabtu (17/10/2025) malam.
Wahyudi mengaku, konten-konten di media sosial—terutama TikTok—tentang aktivitas wisata di zona larangan bermunculan dalam beberapa waktu terakhir. Balai TNGM pun telah menginventarisasi akun-akun pengunggah konten di Bukit Kukusan, kemudian memberikan sosialisasi bahwa Bukit Kukusan bukan area wisata, aktivitas di lokasi ini berbahaya, serta meminta kreator konten menghapus unggahan di Bukit Kukusan.
Ia menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada lima objek wisata alam (OWA) yang dapat digunakan untuk beraktivitas, yaitu Jurang Jero (Magelang), Telogo Muncar (Sleman), Plunyon dan Kalikuning Park (Sleman), Kalitalang (Klaten), dan Deles Indah (Klaten). Wisata minat khusus dengan sistem reservasi juga telah tersedia di OWA Sapuangin (Klaten).
Masyarakat diminta tetap menaati rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait batas aman aktivitas, mengingat status Gunung Merapi saat ini berada di Level III (Siaga).
Dengan kemudahan teknologi informasi dan media komunikasi, Wahyudi berharap masyarakat dapat berpartisipasi menjadi wisatawan yang bijak dan taat ketentuan, serta membantu Balai TNGM mensosialisasikan wisata alam yang prosedural.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.