Hipertensi Gunungkidul Tertinggi di DIY Capai 39,25 Persen
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Suasana Bimtek peningkatan kompetensi penjamah pangan yang melibatkan 1.000 petugas dan relawan SPPG di Bantul yang digelar BGN pada 18-19 Oktober lalu. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Sedikitnya 1.000 petugas dan sukarelawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul mendapat pembekalan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Pangan yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dhifan Rizki Novanta mengatakan, agenda itu menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi berbagai kendala dan insiden dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah di daerah alias keracunan.
“Fokus utama kami tetap pada tujuan program MBG yakni mempersiapkan anak-anak yang sehat, unggul dan berdaya juang, termasuk di Bantul. Maka semua aspek keamanan dan kesehatan pangan harus jadi prioritas,” ujarnya, dikutip Selasa (21/10/2025).
Dalam bimtek fokus pada upaya meningkatkan kompetensi, kesadaran higienitas, keamanan pangan, serta keberlanjutan penyediaan makanan di seluruh layanan SPPG. BGN menargetkan seluruh titik layanan harus bebas dari kasus kontaminasi atau kerusakan pangan hingga nihil insiden.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni menambahkan, kegiatan di Bantul menjadi bagian dari bimtek serentak di 34 kabupaten/kota di enam provinsi yang melibatkan sekitar 30.000 penjamah pangan SPPG. Menurutnya, langkah ini adalah strategi pemerintah untuk memastikan setiap penjamah makanan benar-benar kompeten.
“Kami ingin memastikan setiap penjamah makanan memiliki keterampilan memadai di seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat,” kata Nurjaeni.
Selain Bimtek, BGN dalam waktu dekat juga akan memperkuat aspek teknis lain agar program MBG berjalan dengan optimal. Beberapa di antaranya yakni dengan penempatan 5.000 chef profesional untuk mendampingi pengolahan makanan di SPPG baru. Kemudian uji cepat makanan berkala oleh Balai POM guna memastikan keamanan dan mutu bahan pangan dan kewajiban sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG, disertai pembelajaran digital melalui platform Plataran Sehat Kemenkes.
"Juga sertifikasi halal untuk menjamin kepercayaan publik terhadap program MBG," ucapnya.
Bimtek ini turut melibatkan narasumber lintas instansi, antara lain BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Bantul yang jadi salah satu daerah prioritas diharapkan menjadi laboratorium penerapan standar baru penyelenggaraan program MBG yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut koruptor dapat dijatuhi hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.