200 Guru DIY Belajar AI, Siap Manfaatkan Copilot untuk Pembelajaran
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
Tangkapan layar penampakan fenomena sejenis parasit laut yang biasa muncul saat pergantian musim di Pantai Baru, Bantul pada 21-22 Oktober lalu. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Sebuah video viral di media sosial menunjukkan hewan laut kecil berwarna putih mirip udang memenuhi bibir Pantai Baru, Bantul.
Narasi dalam video tersebut menyebut hewan itu sejenis udang mini yang dapat dikonsumsi. Namun, nelayan setempat memastikan hewan tersebut bukan udang, melainkan sejenis parasit laut yang biasa muncul pada masa pergantian musim.
Suyanto, salah satu nelayan Pantai Baru, mengatakan kemunculan hewan itu merupakan fenomena tahunan. Video yang viral di media sosial itu direkam pada Senin dan Selasa, 20-21 Oktober lalu. Menurut dia, pada hari ini kemunculan hewan tersebut sudah tidak terlihat lagi di pesisir pantai.
“Itu bukan udang, tapi parasit laut kecil yang biasa hidup di sampah laut. Setiap musim kemarau mau masuk musim hujan pasti muncul, sudah biasa,” ujar Suyanto, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, kemunculan hewan itu berkaitan dengan fenomena upwelling, yaitu naiknya massa air dari dasar laut ke permukaan yang membawa serta jasad renik atau organisme laut kecil. “Fenomenanya karena upwelling. Jadi arus laut dari dasar naik ke atas, membawa jasad-jasad laut kecil ke pantai, termasuk yang kelihatan seperti udang-udang kecil itu,” jelasnya.
Menurut Suyanto, kemunculan parasit laut itu tidak hanya terjadi di Pantai Baru, tetapi juga di sepanjang garis pantai selatan Bantul. “Bukan cuma di Pantai Baru, hampir semua pantai selatan begitu kalau masuk musim lima (pergantian kemarau ke hujan). Setiap tahun ada,” tambahnya.
Meski bentuknya menyerupai udang, Suyanto menegaskan bahwa hewan tersebut tidak dapat dikonsumsi. "Tidak bisa dimakan itu. Banyak yang salah paham karena bentuknya seperti udang, padahal bukan,” katanya.
Sebelumnya, video viral di media sosial menarasikan warga yang mengira hewan tersebut sebagai udang laut dan bisa diambil beramai-ramai. Unggahan itu sempat menimbulkan kehebohan karena banyak warganet yang penasaran dengan fenomena tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, Pemkab Bantul meminta seluruh OPD memperketat penggunaan BBM dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sebanyak 13 pendaki ilegal Gunung Semeru diamankan TNBTS dalam operasi pengawasan. Empat pendaki lainnya masih dalam pencarian petugas.
Pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram menjadi simbol hijrah dan harapan baru umat Islam, disaksikan jutaan jamaah di Masjidil Haram.
Rupiah melemah terhadap dolar AS, DPRD Jogja mendesak Pemkot melindungi UMKM dan memaksimalkan peluang pariwisata Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.