Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,saat ditemui wartawan di Kepatihan, Jumat (17/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mendorong agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja sama dengan Lumbung Mataram atau Koperasi Desa Merah Putih untuk mendapatkan bahan pangan yang lebih murah.
Hal ini merupakan respon atas kenaikan beberapa komoditas pangan yang dinilai salah satunya disebabkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Makanya akan berpengaruh, otomatis [harga bahan pangan naik]. Saya ingin bagaimana Lumbung Mataram itu bisa mengambil manfaat,” katanya, Kamis (23/10/2025).
Bahan pangan dari Lumbung Mataram menurutnya ditanam sendiri oleh masyarakat di desa sehingga harganya lebih terjangkau. “Jadi yang menanam itu masyarakat di desa. Otomatis harganya lebih murah daripada yang sudah di pasar,” katanya.
Produksi pertanian masyarakat di desa ini sekarang juga diserap melalui Koperasi Desa Merah Putih, sehingga SPPG bisa berkoordinasi dengan Dinas Koperasi. “Sehingga harapan saya, masyarakat di desa itu menikmati uang cash dari program ini,” paparnya.
Kemudian terkait produksi paket MBG di setiap SPPG yang diturunkan dari 3.000 menjadi 2.000 per hari, menurutnya masih terlalu banyak jika hanya dikerjakan satu unit. “Pengertiannya 3.000 atau 2.000 itu dalam satu unit, atau dibagi dalam beberapa sub bagian? Misalnya, kalau dua ribu di tempat ini tapi di situ ada sepuluh sub bagian,” katanya.
Menurutnya sistem produksi paket MBG di SPPG masih memiliki keterbatasan, termasuk dalam ketersediaan alat penyimpanan daging seperti freezer yang memadahi. “Karena banyak [dagingnya], hanya dikasih plastik, dikasihkan di meja, bukan dimasukkan ke dalam freezer, begitu dua hari digoreng sudah beracun,” ungkapnya.
SPPG hingga pejabat yang mengkoordinasikan program ini menurutnya perlu diisi oleh orang yang memang terbiasa memasak dan tahu sistem produksi makanan. “Saiki nek pejabate ora tau masak, ora ngerti dapur. Disuruh ngurusin, ya ora ngerti. Sayur itu bisa bikin layu, daging itu bisa biru, berarti sudah beracun,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.