Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,saat ditemui wartawan di Kepatihan, Jumat (17/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mendorong agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja sama dengan Lumbung Mataram atau Koperasi Desa Merah Putih untuk mendapatkan bahan pangan yang lebih murah.
Hal ini merupakan respon atas kenaikan beberapa komoditas pangan yang dinilai salah satunya disebabkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Makanya akan berpengaruh, otomatis [harga bahan pangan naik]. Saya ingin bagaimana Lumbung Mataram itu bisa mengambil manfaat,” katanya, Kamis (23/10/2025).
Bahan pangan dari Lumbung Mataram menurutnya ditanam sendiri oleh masyarakat di desa sehingga harganya lebih terjangkau. “Jadi yang menanam itu masyarakat di desa. Otomatis harganya lebih murah daripada yang sudah di pasar,” katanya.
Produksi pertanian masyarakat di desa ini sekarang juga diserap melalui Koperasi Desa Merah Putih, sehingga SPPG bisa berkoordinasi dengan Dinas Koperasi. “Sehingga harapan saya, masyarakat di desa itu menikmati uang cash dari program ini,” paparnya.
Kemudian terkait produksi paket MBG di setiap SPPG yang diturunkan dari 3.000 menjadi 2.000 per hari, menurutnya masih terlalu banyak jika hanya dikerjakan satu unit. “Pengertiannya 3.000 atau 2.000 itu dalam satu unit, atau dibagi dalam beberapa sub bagian? Misalnya, kalau dua ribu di tempat ini tapi di situ ada sepuluh sub bagian,” katanya.
Menurutnya sistem produksi paket MBG di SPPG masih memiliki keterbatasan, termasuk dalam ketersediaan alat penyimpanan daging seperti freezer yang memadahi. “Karena banyak [dagingnya], hanya dikasih plastik, dikasihkan di meja, bukan dimasukkan ke dalam freezer, begitu dua hari digoreng sudah beracun,” ungkapnya.
SPPG hingga pejabat yang mengkoordinasikan program ini menurutnya perlu diisi oleh orang yang memang terbiasa memasak dan tahu sistem produksi makanan. “Saiki nek pejabate ora tau masak, ora ngerti dapur. Disuruh ngurusin, ya ora ngerti. Sayur itu bisa bikin layu, daging itu bisa biru, berarti sudah beracun,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.