Jelang Laga PSS Sleman vs PSM, Stefan Ashkovski Masuk Daftar Cedera
Stefan Ashkovski mengalami cedera ringan dan berlatih terpisah jelang PSS Sleman menghadapi PSM Makassar akhir pekan nanti.
Puskesmas Mlati I, Sleman, Jumat (24/10/2025). Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan siswa dari tiga sekolah di Mlati, Sleman menjalani pemeriksaan di Puskesmas setelah mengalami gejala pusing hingga diare yang diduga disebabkan oleh konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian besar siswa telah dipulangkan, dan tercatat ada satu siswa yang dirujuk ke rumah sakit.
Kepala Puskesmas Mlati I, Isah Listiyani, menjelaskan bahwa ada tiga sekolah yang siswanya dibawa ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan. Ketiga sekolah tersebut, kata Isah, meliputi MAN 3 Yogyakarta (Mayoga), SMPN 2 Mlati, dan SDN Jombor Lor.
"Ini tadi sekitar jam sembilan, ada informasi dari guru SMPN 2 Mlati bahwa ada siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG kemarin," terang Isah saat ditemui di Puskesmas Mlati I, Jumat (24/10/2025).
Awalnya, sekitar 50-an siswa dari SMPN 2 Mlati dibawa ke Puskesmas dengan gejala seperti sakit perut, mual, dan mulas. Setelah itu, datang pula beberapa siswa dari Mayoga dan SDN Jombor Lor.
"Hari ini tadi di awal ada 50-an, tadi ada yang mengeluh sakit perut, mual, dan mules. Kemudian, berangsur datang pula siswa dari SMPN 2 Mlati, MAN 3 Yogyakarta, dan SDN Jombor Lor," tandasnya.
Para siswa yang mengalami gejala tersebut kemudian mendapatkan penanganan. Sebagian besar dari mereka diberi obat dan menjalani rawat jalan. Obat diberikan sesuai dengan keluhan atau gejala yang dialami masing-masing siswa.
"Dokter memberikan resep sesuai dengan kondisi yang dikeluhkan," jelas Isah.
Hingga pukul 12.41 WIB, tercatat sekitar 84 orang telah dibawa ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ada satu siswa yang dirujuk ke rumah sakit karena lemas.
Selain itu, Puskesmas Mlati I, lanjut Isah, juga telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi oleh para siswa. Adapun sampel tersebut merupakan makanan yang diberikan pada Kamis (23/10/2025) dan Jumat (24/10/2025).
"Kami sudah mengamankan sampel makanan, nanti Dinas Kesehatan yang akan menindaklanjuti," ujarnya.
Plt. Panewu Mlati, Arifin, yang juga ditemui di Puskesmas Mlati I, mengatakan siswa dari tiga sekolah yang mengalami gejala pusing hingga diare selanjutnya dibawa ke Puskesmas. Dia menegaskan bahwa sebagian besar siswa menjalani rawat jalan.
"Semua dibawa ke sini, kemudian dicek, sebagian besar diberi rawat jalan, diberi obat. Hanya satu yang sempat diinfus," ungkapnya.
Gejala diare, lanjut Arifin, banyak dialami oleh siswa SD. "Pusing, diare, kalau yang SD kebanyakan diare, yang lain ada sedikit pusing-pusing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stefan Ashkovski mengalami cedera ringan dan berlatih terpisah jelang PSS Sleman menghadapi PSM Makassar akhir pekan nanti.
Telkom University menangani dugaan perundungan mahasiswa di asrama yang viral di media sosial dengan mengutamakan pendampingan dan privasi.
Veda Pratama start dari posisi ketujuh di Moto3 Mandalika 2026. Pembalap Indonesia itu membidik 15 besar atau meraih poin.
Gempa M5,7 mengguncang barat daya Sukabumi pada Minggu pagi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan mengimbau warga waspada
Dengan layanan operasional 24 jam dan dukungan teknologi mutakhir, Captain Bubbles menjadi sahabat andalan untuk urusan mencuci pakaian.
Gunung Lokon berstatus Level II Waspada dengan 277 gempa vulkanik dangkal pada 16–30 September 2026. Masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 1,5 kilome