Raperda KIP Jogja Buka Akses Warga ke Rencana Proyek Pemkot
Raperda KIP Jogja mengatur akses warga terhadap rencana proyek, perkiraan anggaran, kerja sama Pemkot, hingga pertimbangan keputusan pemerintah.
Sepak bola - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Jogja mencatat lebih dari 18 klub profesional memilih Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai lokasi pemusatan latihan atau training camp (TC) sepanjang 2025.
Ketua Askot PSSI Jogja, Susanto Dwi Antoro, menyebut kualitas lapangan, biaya hidup terjangkau, dan kemudahan transportasi sebagai alasan utama.
Menurut Antoro, setiap menjelang bergulirnya kompetisi atau saat jeda kompetisi, belasan klub memilih DIY sebagai lokasi TC mereka. Terakhir, kontestan Super League asal Maluku Utara, Malut United juga menjalani pemusatan latihan di DIY saat jeda internasional pada awal Oktober lalu.
“Tahun ini saya hitung setidaknya ada 18 klub yang membuat TC-nya di DIY. Alasannya pertama, karena lapangan di sini sudah berstandar bagus,” kata Antoro, Sabtu (1/11/2025).
Ia menjelaskan, banyaknya lapangan berstandar baik di wilayah DIY membuat klub-klub memiliki banyak pilihan untuk berlatih. Lapangan-lapangan tersebut juga tersebar di berbagai titik, sehingga memudahkan tim dalam mengatur jadwal latihan maupun uji coba.
Selain fasilitas lapangan, faktor ekonomi turut menjadi pertimbangan utama bagi klub. Kondisi itu membuat klub bisa menekan pengeluaran selama masa persiapan tanpa mengurangi intensitas latihan.
“Yang kedua, karena murah. Kaitannya dengan kehidupan di sini, biaya penginapan, makan, dan kebutuhan tim relatif terjangkau,” kata Antoro.
Ia menambahkan, DIY juga memiliki keunggulan dalam hal kemudahan mencari lawan uji coba karena adanya tiga klub profesional yang aktif berkompetisi di level nasional, yaitu PSIM Jogja, PSS Sleman, dan Persiba Bantul. Keberadaan ketiga klub tersebut turut memperkuat atmosfer sepak bola di wilayah aglomerasi Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.
“Di DIY ini kan ada tiga klub profesional. Jogja, Bantul, dan Sleman jaraknya dekat, jadi secara ekosistem sepak bola sudah terbentuk dengan baik,” katanya.
Selanjutnya kemudahan transportasi turut memperkuat daya tarik Jogja sebagai pusat TC. Lokasi yang strategis dengan akses udara, darat, dan fasilitas transportasi dalam kota yang baik membuat klub mudah mendatangkan pemain, pelatih, atau ofisial baru selama masa persiapan.
“Transportasi mudah, mau mendatangkan pemain untuk tes di sini juga enak,” tutur Antoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda KIP Jogja mengatur akses warga terhadap rencana proyek, perkiraan anggaran, kerja sama Pemkot, hingga pertimbangan keputusan pemerintah.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.