Advertisement
PB XIII Wafat, Keraton Jogja Hentikan Bunyi Gamelan 3 Hari
Raja Keraton Solo PB XIII menandatangani berkas serah-terima sementara revitalisasi dua alun-alun Keraton Solo di Loji Gandrung, Selasa (24/9 - 2024) malam. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Jogja) resmi menghentikan pertunjukan gamelan selama tiga hari berturut-turut.
Langkah ini merupakan bentuk penghormatan dan belasungkawa atas wafatnya Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII (PB XIII) Hangabehi, yang meninggal dunia pada Minggu pagi (2/11/2025).
Advertisement
Informasi mengenai penghentian sementara kegiatan Keraton Jogja ini diumumkan melalui akun media sosial resmi mereka pada Minggu (2/11/2025) sore.
Disebutkan bahwa pertunjukan gamelan serta paket wisata Srimanganti akan "suwuk" (istilah Jawa untuk berhenti atau ditiadakan) sepanjang tanggal 2 hingga 4 November 2025.
BACA JUGA
"Sebagai bentuk penghormatan, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak membunyikan gamelan selama 3 hari," demikian keterangan yang tertulis pada unggahan instagram @kratonjogja.
Meskipun gamelan ditiadakan, beberapa area wisata Keraton Jogja tetap beroperasi dengan penyesuaian:
Kagungan Dalem Tamansari: Tetap dibuka seperti biasa, mulai pukul 08.30 hingga 14.30 WIB.
Kedhaton dan Wahanarata akan dapat kembali dikunjungi oleh wisatawan mulai hari Selasa, 4 November 2025.
Sebagaimana diketahui, Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII Hangabehi, wafat pada Minggu (2/11/2025) di usia 77 tahun. Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di Masjid Pujasana yang berada di dalam kompleks Keraton Surakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Urusi Atap Rumah, Prabowo Ingin Dua Tahun Indonesia Bebas Seng
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026, Catat Tanggalnya
- Siaran Piala Dunia 2026 Didorong Jadi Penggerak Optimisme Warga DIY
- Serapan Danais DIY 2025 Tembus 98 Persen, Kebudayaan Tertinggi
- Gunungkidul Anggarkan Rp588 Miliar Tekan Kemiskinan di 2026
- Terungkap, Pembunuhan di Parangtritis Dipicu Sengketa Bisnis Umrah
Advertisement
Advertisement



