Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dubes Turki untuk Indoneia, Talip Küçükcan dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bertemu di Kepatihan, Selasa (5/11/2025)./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indoneia, Talip Küçükcan, mengunjungi Pemda DIY di Kepatihan, yang ditemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Selasa (5/11/2025). Dalam kunjungan ini, Turki berminat untuk mendirikan Cultural Centre atau Pusat Studi Kebudayaan Turki di DIY.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Imam Pratanadi, yang mendampingi pertemuan tersebut menjelaskan Turki dengan DIY memiliki hubungan erat yang telah terjalin selama 75 tahun.
“Dubes berkeinginan untuk membangun Cultural Centre sebagaimana juga yang dibangun oleh beberapa negara seperti Jepang, Korea, Prancis, Amerika. Diharapkan seperti itu yang akan dikerjakan ke depan. Dan kerja sama di bidang budaya dan pendidikan juga disambut baik oleh Pak Gubernur [Sri Sultan HB X],” katanya.
Hubungan Indonesia-Turki menurutnya semakin dekat tahun ini dengan ditandai oleh kunjungan Presiden Turki ke Indonesia dan sebaliknya. “Di bulan April tahun yang sama, Pak Prabowo berbalas berkunjung ke sana juga. Nah, selain di pemerintah pusat mereka juga ingin membangun hubungan dengan pemerintah-pemerintah daerah,” ujarnya.
DIY di masa lalu dinilai cukup dekat dengan Kesultanan Usmani, yang dibuktikan dengan adanya beberapa jejak-jejak korespondensi antara Kesultanan Yogyakarta dengan Turki Usmani. “Untuk kerja sama kedepan mungkin dalam bentuk sister province, kita belum ada dengan Turki,” ungkapnya.
Sri Sultan HB X sebelumnya juga pernah mendapat penghargaan gelar Doktor Honoris Causa dari salah satu kampus di Turki, Meliksyah University. Di sektor pendidikan, saat ini ada sekitar 5.500 mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. Angka tersebut trennya semakin meningkat.
“Ngarso Dalem menyambut baik karena kita pun juga memiliki pusat studi asing juga kan di sini kan, seperti Pusat Studi Jepang, Pusat Studi Korea, kemudian ada Lembaga Indonesia Prancis, terus India juga ada pusat studi kebudayaan juga ya. Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk membuka Pusat Studi Turk di Jogja,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
KPK mengembangkan kasus korupsi Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.