Advertisement
Capaian BPJS Ketenagakerjaan Sleman Lampaui Target 2025
BPJS Ketenagakerjaan / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengupayakan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
Adapun target kepesertaan pada tahun 2025 telah terlampaui, memicu Pemkab untuk memperluas cakupan perlindungan sosial tersebut.
Advertisement
Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Cicilia Lusiani, mengatakan Pemkab telah menetapkan target kepesertaan Jamsostek dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2045. Target pada tahun 2025 sebesar 30,13% dengan realisasi per Oktober mencapai 36,40%. Target ini akan terus ditingkatkan hingga mencapai 52,13% pada tahun 2029.
Meskipun capaian tahun ini sudah melebihi target, Pemkab tetap akan melakukan perluasan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) pada 2026. Lusiani menjelaskan perluasan UCJ dilakukan dengan tiga strategi utama. Pertama, Pendanaan Alternatif, yaitu mengupayakan penambahan kepesertaan dari segmen pekerja rentan dengan sumber dana bagi hasil, serta menggandeng Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) / Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) dan Baznas, agar tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari APBD murni.
BACA JUGA
Kedua, Sosialisasi Mandiri, yaitu melakukan sosialisasi manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada segmen pekerja yang memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran secara mandiri. Ketiga, Optimalisasi Sektor Formal, yakni melakukan monitoring dan evaluasi untuk optimalisasi kepesertaan BPJS di sektor formal.
Data Kepesertaan Per Oktober 2025
Lusiani menyampaikan data dari BPS dan BPJS Ketenagakerjaan per 31 Oktober 2025 yang menunjukkan besarnya potensi pekerja yang belum terlindungi. Potensi peserta penerima upah (sektor formal) di Bumi Sembada (Sleman) adalah 267.514 orang dengan peserta aktif 136.173 (50,90%), artinya 131.341 orang belum terlindungi.
Sementara itu, pekerja bukan penerima upah (sektor informal) mencapai 188.478 orang dengan peserta aktif 26.656 orang (14,14%), sehingga sebanyak 161.822 orang belum terlindungi. Total potensi peserta di Sleman adalah 474.865 orang dengan peserta aktif 172.856 orang (36,40%). Secara keseluruhan, sebanyak 302.009 orang pekerja di Sleman belum terlindungi Jamsostek.
“Kalau alokasi anggaran dari APBD murni untuk fasilitasi kepesertaan kami belum tahu, belum dapat informasi hasil rasionalisasi anggaran. Pendanaan program Jamsostek juga terbagi di beberapa perangkat daerah, bukan hanya Disnaker,” kata Lusiani dihubungi, Jumat (28/11/2025).
Terkait fasilitasi bagi relawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Uun Mardiyanto, mengatakan alokasi anggaran fasilitasi kepesertaan relawan untuk Jamsostek pada tahun 2026 masih sama dengan 2025. 2.481 relawan saat ini terdaftar sebagai peserta dengan premi yang dibayar Pemkab sebesar Rp16.800 per bulan per orang selama 12 bulan.
“Nanti saya pastikan lagi. Ini juga masih menunggu dokumen rencana anggaran apakah sudah masuk sistem atau belum,” kata Uun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Raja Thailand Donasi Rp51,9 Miliar untuk Korban Banjir Bandang
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Revitalisasi Terminal Imogiri dan Palbapang Bantul Dimulai pada 2026
- Upacara Ganti Dwaja di Pakualaman Jogja Jadi Daya Tarik Wisatawan
- Kelurahan Gowongan Jogja Rilis Buku untuk Edukasi Anak Pilah Sampah
- Uji Coba Malioboro Full Pedestrian, Pedagang Tetap Bisa Melintas
- Menekraf Riefky: JAFF Market 2025 Perkuat Ekosistem Film Nasional
Advertisement
Advertisement



