Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Ilustrasi program padat karya. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan program padat karya Gunungkidul di delapan lokasi sebagai langkah menekan inflasi sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga rentan ekonomi, sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pengendalian Inflasi Daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi UKM, dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono, menyampaikan, program padat karya Gunungkidul ini dirancang untuk menyasar warga yang masuk kategori pengangguran, setengah pengangguran, hingga masyarakat miskin. Ia menyebut bahwa prinsip program ini adalah pemberdayaan penuh bagi masyarakat.
“Semangat padat karya adalah melibatkan masyarakat sepenuhnya. Kegiatan ini dari masyarakat, dikerjakan oleh masyarakat, dan dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Program tersebut dilaksanakan di delapan lokasi yang tersebar di sejumlah padukuhan di Kapanewon Ponjong, Semanu, Rongkop, Gedangsari, dan Wonosari. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp450 juta, bersumber dari APBD melalui skema pengendalian inflasi daerah.
"Setiap lokasi mendapat alokasi sekitar Rp52 juta yang digunakan untuk upah tenaga kerja, pengadaan material, serta kebutuhan administrasi," jelasnya.
Adapun jenis pekerjaan yang dilakukan berupa pengecoran jalan dengan spesifikasi lebar tiga meter dan tebal 10 sentimeter. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 12 hari. Sebanyak 184 tenaga kerja dilibatkan, masing-masing lokasi mempekerjakan 23 orang. Komposisinya terdiri dari satu kepala tukang (dibimbing dinas terkait), empat tukang, dan 18 pekerja.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan bahwa program ini dirancang bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi warga di tengah tekanan inflasi. “Tenaga kerja ini nanti mendapat honor. Jadi warga yang tidak bekerja atau sudah selesai di sawah-ladang bisa mendapatkan penghasilan dengan membangun jalan yang mereka gunakan sendiri. Hasilnya dinikmati sendiri, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan program padat karya Gunungkidul ini, Pemkab berharap upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan beriringan dengan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur