Kemarau, DLH Sleman Waspadai Kebakaran di TPST dan Transfer Depo
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Ilustrasi Puskesmas - ist/Kemenkes
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama libur Natal dan Tahun Baru dengan mengoperasikan 14 puskesmas rawat inap secara penuh selama 24 jam.
Layanan ini tersedia mulai Rabu (24/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026) guna menjamin akses kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, menegaskan bahwa seluruh pusat kesehatan darurat wajib beroperasi 24 jam. Sementara untuk puskesmas non-rawat inap, jam operasional diatur mulai pukul 07.30 WIB hingga 19.00 WIB dengan sistem jadwal piket standar (dokter, perawat, administrasi, dan pengemudi ambulans).
Pihak Dinkes meminta setiap unit kesehatan menyiapkan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan armada ambulans yang siaga 24 jam untuk keperluan rujukan maupun evakuasi korban.
"Pusat kesehatan rawat inap harus selalu menyiapkan tim PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Cahya, Rabu (17/12/2025).
Dinkes Sleman memberikan perhatian khusus pada ibu hamil dengan kategori risiko tinggi yang memiliki Hari Perkiraan Lahir (HPL) di rentang libur Nataru. Berdasarkan data sementara, terdapat 170 ibu hamil yang masuk dalam pemantauan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) untuk menangani kasus darurat kebidanan.
Sebanyak 14 rumah sakit telah ditetapkan sebagai rujukan darurat, di antaranya RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RS PKU Muhammadiyah Gamping, hingga RS Bhayangkara.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat, layanan Sleman Emergency Services (SES) siaga 24 jam melalui:
Call Center SES: (0274) 8609000
WhatsApp: 08112668900
"Kami juga telah mendaftarkan ibu hamil di Sleman ke HPL selama periode liburan. Saat ini ada 170 ibu hamil dalam data tersebut. Kami baru dapat memperbaiki data ini besok sore setelah memvalidasi data dari semua pusat kesehatan," kata Seruni.
10 Puskesmas PONEK :
1. Berbah
2. Kalasan
3. Ngemplak I
4. Turi
5. Sleman
6. Tempel I
7. Mlati II
8. Godean I
9. Seyegan
10. Minggir
7 RS PONED :
1. RSUP Sardjito
2. RSA UGM
3. RSUD Sleman
4. RSUD Prambanan
5. RS PKU Muhammadiyah Gamping
6. RS Sakinah Idaman
7. RS Sadewa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.