4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Ilustrasi Puskesmas - ist/Kemenkes
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama libur Natal dan Tahun Baru dengan mengoperasikan 14 puskesmas rawat inap secara penuh selama 24 jam.
Layanan ini tersedia mulai Rabu (24/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026) guna menjamin akses kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, menegaskan bahwa seluruh pusat kesehatan darurat wajib beroperasi 24 jam. Sementara untuk puskesmas non-rawat inap, jam operasional diatur mulai pukul 07.30 WIB hingga 19.00 WIB dengan sistem jadwal piket standar (dokter, perawat, administrasi, dan pengemudi ambulans).
Pihak Dinkes meminta setiap unit kesehatan menyiapkan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan armada ambulans yang siaga 24 jam untuk keperluan rujukan maupun evakuasi korban.
"Pusat kesehatan rawat inap harus selalu menyiapkan tim PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Cahya, Rabu (17/12/2025).
Dinkes Sleman memberikan perhatian khusus pada ibu hamil dengan kategori risiko tinggi yang memiliki Hari Perkiraan Lahir (HPL) di rentang libur Nataru. Berdasarkan data sementara, terdapat 170 ibu hamil yang masuk dalam pemantauan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) untuk menangani kasus darurat kebidanan.
Sebanyak 14 rumah sakit telah ditetapkan sebagai rujukan darurat, di antaranya RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RS PKU Muhammadiyah Gamping, hingga RS Bhayangkara.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat, layanan Sleman Emergency Services (SES) siaga 24 jam melalui:
Call Center SES: (0274) 8609000
WhatsApp: 08112668900
"Kami juga telah mendaftarkan ibu hamil di Sleman ke HPL selama periode liburan. Saat ini ada 170 ibu hamil dalam data tersebut. Kami baru dapat memperbaiki data ini besok sore setelah memvalidasi data dari semua pusat kesehatan," kata Seruni.
10 Puskesmas PONEK :
1. Berbah
2. Kalasan
3. Ngemplak I
4. Turi
5. Sleman
6. Tempel I
7. Mlati II
8. Godean I
9. Seyegan
10. Minggir
7 RS PONED :
1. RSUP Sardjito
2. RSA UGM
3. RSUD Sleman
4. RSUD Prambanan
5. RS PKU Muhammadiyah Gamping
6. RS Sakinah Idaman
7. RS Sadewa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.