Advertisement

RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien

Ujang Hasanudin
Selasa, 13 Januari 2026 - 06:57 WIB
Sunartono
RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien Penyerahan secara simbolis Sertifikat ISO 27001: 2022 oleh Trusti Aulia selaku Direktur PT. Trust Consultant (kiri) yang diterima langsung oleh Direktur RSPS Atthobari (kanan) tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), Senin (12/1/2026). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati (RSPS) Bantul resmi memperoleh sertifikat ISO 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), menunjukkan komitmen kuat rumah sakit dalam melindungi data pasien dan mencegah kebocoran informasi di era digital.

Dalam era digital yang rentan serangan siber, RSPS Bantul meningkatkan standar keamanan data mulai dari rekam medis elektronik hingga layanan digital lainnya.

Advertisement

Penerapan ISO 27001:2022 menuntut RSPS Bantul melakukan penguatan infrastruktur teknologi informasi dan pengaturan hak akses pengguna secara ketat. Langkah ini berdampak pada peningkatan kepercayaan pasien terhadap sistem keamanan layanan kesehatan digital yang kini menjadi kebutuhan utama masyarakat modern yang peduli perlindungan data.

Direktur RSPS Bantul, Atthobari, menyampaikan bahwa sertifikat ISO 27001:2022 merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap rumah sakit dalam menjaga sistem keamanan data dan informasi. Mulai dari rekam medis elektronik, sistem pendaftaran, hingga layanan berbasis digital kini dikelola dengan standar keamanan yang lebih ketat.

“Data pasien adalah informasi yang sangat sensitif. Dengan sertifikasi ISO 27001:2022 ini, kami memastikan seluruh proses pengelolaan data dilakukan secara aman, terkontrol, dan sesuai standar internasional,” katanya saat menerima sertifikat ISO 27001:2022 di rumah sakit setempat, Senin (12/1/2026).

Atthobari mengatakan, data dan informasi di rumah sakit sangat banyak dan berisiko tinggi untuk diretas. Baik itu data pasien yang merupakan data masyarakat, data karyawan, maupun data rumah sakit, semuanya harus dijaga keamanannya agar tidak bocor ke luar.

“Dengan mendapatkan sertifikat SMKI ini, justru menjadi pemicu bagi kami. Penghargaan ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk terus menerapkan sistem keamanan data dan informasi secara konsisten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam penerapan sistem tersebut, rumah sakit telah melakukan berbagai upaya, seperti penguatan infrastruktur teknologi informasi, pengaturan hak akses pengguna, peningkatan sistem pengamanan jaringan, serta pelatihan rutin bagi seluruh pegawai terkait keamanan data dan privasi pasien.

“Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber, rumah sakit harus mampu menjamin keamanan data pasien. Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional,” tegasnya.

Dengan diraihnya sertifikat ISO 27001:2022, RSUD Panembahan Senopati Bantul berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan sistem keamanan informasi secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan layanan kesehatan yang lebih modern, aman, dan terpercaya bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT Trust Consultant, Trusti Aulia, mengatakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi telah diimplementasikan oleh RSPS Bantul sejak 2022. Proses audit dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 7–8 Oktober 2025 dan tahap kedua pada 29–31 Oktober serta dilanjutkan pada 1 November 2025.

Tahap pertama bertujuan memastikan kesiapan dokumen, sedangkan tahap kedua untuk memastikan seluruh dokumen tersebut diterapkan dengan baik. Hasilnya, RSPS Bantul direkomendasikan memperoleh sertifikat ISO 27001:2022 per Desember 2025.

“Dengan menerapkan ISO 27001:2022, setidaknya RSPS Bantul menunjukkan komitmen bahwa data rumah sakit dijaga dengan baik. Ini menjadi bentuk penjaminan keamanan informasi dengan tatanan sesuai standar ISO 27001:2022,” jelasnya.

Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27001:2022, RSPS Bantul tidak hanya meningkatkan keamanan data medis, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan digital di Yogyakarta. Komitmen ini diharapkan terus berlanjut untuk membangun layanan yang aman, modern, dan terpercaya sesuai kebutuhan pasien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Prabowo Targetkan 82,9 Juta Penerima MBG Akhir 2026

Prabowo Targetkan 82,9 Juta Penerima MBG Akhir 2026

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 08:27 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement