Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Proses evakuasi pohon tumbang di Bantul. - Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Angin kencang yang menerjang Kabupaten Bantul, Sabtu (24/1/2026), memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di sejumlah kawasan permukiman dan jalur aktivitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sedikitnya 11 titik pohon tumbang hingga pukul 16.30 WIB, seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan bahwa laporan kejadian angin kencang tersebar di tiga kapanewon, yakni Banguntapan, Pleret, dan Sewon. Sebaran titik kejadian ini menjadi perhatian karena berada di area dengan aktivitas warga yang cukup padat.
“Untuk dampak angin kencang hari ini di Bantul, ada beberapa kejadian pohon tumbang yang dilaporkan hingga pukul 16.30 WIB,” kata Antoni, Sabtu (24/1/2026).
Di Kapanewon Banguntapan, laporan pohon tumbang masing-masing terjadi satu titik di Kalurahan Banguntapan, Singosaren, Baturetno, dan Wirokerten. Sementara itu, di Kapanewon Pleret tercatat dua titik di Kalurahan Pleret dan satu titik di Kalurahan Wonokromo. Adapun di Kapanewon Sewon, satu kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kalurahan Bangunharjo.
Selain pohon tumbang, angin kencang di Bantul juga menimbulkan dampak lanjutan pada fasilitas umum dan aset warga. BPBD Bantul mencatat satu rumah terdampak, tiga tempat usaha, tiga akses jalan terganggu, satu kendaraan mengalami kerusakan, satu jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), serta tiga titik jaringan listrik yang terdampak kejadian tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan dan kerugian materi,” jelas Antoni.
BPBD Bantul bersama unsur terkait telah melakukan penanganan awal, mulai dari pembersihan material pohon tumbang hingga pengamanan lokasi terdampak agar aktivitas warga dapat kembali berjalan. Langkah ini dilakukan sembari memantau perkembangan cuaca yang masih berpotensi memicu kejadian serupa di wilayah lain.
“Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat,” ujar Antoni, seiring imbauan kewaspadaan menghadapi potensi angin kencang yang masih dapat terjadi dan berdampak pada keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.