Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Proses evakuasi pohon tumbang di Bantul. - Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Angin kencang yang menerjang Kabupaten Bantul, Sabtu (24/1/2026), memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di sejumlah kawasan permukiman dan jalur aktivitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sedikitnya 11 titik pohon tumbang hingga pukul 16.30 WIB, seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan bahwa laporan kejadian angin kencang tersebar di tiga kapanewon, yakni Banguntapan, Pleret, dan Sewon. Sebaran titik kejadian ini menjadi perhatian karena berada di area dengan aktivitas warga yang cukup padat.
“Untuk dampak angin kencang hari ini di Bantul, ada beberapa kejadian pohon tumbang yang dilaporkan hingga pukul 16.30 WIB,” kata Antoni, Sabtu (24/1/2026).
Di Kapanewon Banguntapan, laporan pohon tumbang masing-masing terjadi satu titik di Kalurahan Banguntapan, Singosaren, Baturetno, dan Wirokerten. Sementara itu, di Kapanewon Pleret tercatat dua titik di Kalurahan Pleret dan satu titik di Kalurahan Wonokromo. Adapun di Kapanewon Sewon, satu kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kalurahan Bangunharjo.
Selain pohon tumbang, angin kencang di Bantul juga menimbulkan dampak lanjutan pada fasilitas umum dan aset warga. BPBD Bantul mencatat satu rumah terdampak, tiga tempat usaha, tiga akses jalan terganggu, satu kendaraan mengalami kerusakan, satu jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), serta tiga titik jaringan listrik yang terdampak kejadian tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan dan kerugian materi,” jelas Antoni.
BPBD Bantul bersama unsur terkait telah melakukan penanganan awal, mulai dari pembersihan material pohon tumbang hingga pengamanan lokasi terdampak agar aktivitas warga dapat kembali berjalan. Langkah ini dilakukan sembari memantau perkembangan cuaca yang masih berpotensi memicu kejadian serupa di wilayah lain.
“Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat,” ujar Antoni, seiring imbauan kewaspadaan menghadapi potensi angin kencang yang masih dapat terjadi dan berdampak pada keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.