Advertisement

Tanah Ambles dan Keluarga Mengungsi, Rumah di Panggang Akan Direlokasi

David Kurniawan
Minggu, 25 Januari 2026 - 19:07 WIB
Sunartono
Tanah Ambles dan Keluarga Mengungsi, Rumah di Panggang Akan Direlokasi tidak ada foto

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah milik Sujanto di Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang bakal direlokasi setelah tanah di dalam rumah ambles dan dinyatakan tidak aman untuk ditinggali. Keluarga korban sementara mengungsi ke rumah orang tua mereka.

Lurah Girikarto, Sumardiyono, mengatakan kajian ilmiah menggunakan metode geolistrik menunjukkan lokasi rumah Sujanto rawan untuk ditempati. Akibatnya, korban bersama istri dan tiga anaknya harus pindah sementara ke rumah orang tua yang berada tak jauh dari lokasi.

Advertisement

“Setelah ada kejadian tanah ambles ini, Sujanto dan keluarganya sudah mengungsi ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi,” ujar Sumardiyono, Ahad (25/1/2026).

Keluarga korban memilih mengungsi karena khawatir terjadi tanah ambles susulan. Relokasi nantinya tetap di Padukuhan Bolang, namun berada di RT berbeda dengan rumah lama. Keluarga korban masih memiliki tanah untuk membangun rumah baru.

“Koordinasi untuk relokasi rumah ke lokasi baru sudah dilakukan bersama Pemkab Gunungkidul, BPBD, dan DPUPRKP. Diharapkan program ini bisa segera direalisasikan agar korban bisa menempati rumah tanpa rasa khawatir,” tambah Sumardiyono.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyatakan kajian ilmiah di lokasi sudah dilakukan beberapa hari lalu. Hasil sementara menunjukkan rumah lama tidak aman untuk ditempati.

“Kami masih menunggu detail kajian secara utuh, namun hampir bisa dipastikan rumah ini tidak aman. Untuk relokasi, kajian harus lengkap agar proses berjalan baik,” kata Purwono.

Dukuh Bolang, Sukirjo, menambahkan peristiwa tanah ambles baru diketahui pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, saat pemilik rumah melakukan bersih-bersih. Kondisi pondasi diketahui berongga hingga area dapur.

“Rongga di pondasi lebarnya sekitar enam meter, panjang empat meter, dan kedalamannya tiga meter. Dugaan awal penyebabnya hujan deras beberapa waktu lalu,” ujar Sukirjo, Jumat (9/1/2026).

Selama proses relokasi dan perbaikan, keluarga Sujanto tetap tinggal sementara di rumah orang tua, masih satu padukuhan, sambil menunggu pembangunan rumah baru yang lebih aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Badai Melanda AS, Lebih dari 12.000 Penerbangan Dibatalkan

Badai Melanda AS, Lebih dari 12.000 Penerbangan Dibatalkan

News
| Minggu, 25 Januari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement