Advertisement
Harga Emas Cetak Rekor, Ekonom Ingatkan Ancaman Ketidakpastian Global
Investasi emas / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan harga emas yang terus terjadi belakangan ini dinilai bukan sekadar fluktuasi pasar. Lonjakan tersebut justru menjadi penanda ketidakpastian ekonomi global. Harga emas Antam pada Kamis (29/1/2026) bahkan mencatat rekor tertinggi setelah naik Rp165.000.
Ekonom sekaligus Dosen Program Studi Ekonomi FEB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ayif Fathurrahman, menyebut lonjakan harga emas sebagai sinyal peringatan dini (early warning system) atas melemahnya kepercayaan terhadap sistem keuangan global.
Advertisement
Menurutnya, emas kerap menjadi pilihan ketika instrumen konvensional seperti bunga dan mata uang global tidak lagi menarik. Kondisi ekonomi Amerika Serikat yang belum stabil membuat suku bunga global fluktuatif dan cenderung rendah.
“Ketika bunga tidak lagi menjanjikan, masyarakat mencari aset paling aman, dan emas selalu menjadi pilihan,” ujarnya.
BACA JUGA
Ayif menjelaskan, meningkatnya permintaan emas dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global pascapandemi, konflik geopolitik internasional, tekanan inflasi yang menggerus daya beli, serta kekhawatiran terhadap dominasi dolar AS sebagai mata uang global.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan harga emas juga berisiko memperlambat perputaran uang di sektor riil jika terlalu banyak dana terserap ke emas.
“Masalahnya bukan emasnya yang naik, tetapi emas naik karena ekonomi sedang bermasalah,” tegasnya.
Ia menilai pemerintah perlu fokus mengatasi inflasi dan ketergantungan impor, serta memperkuat swasembada pangan dan energi agar ekonomi nasional lebih tahan terhadap guncangan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menteri Energi AS: Perang Lawan Iran Berakhir dalam Hitungan Pekan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini 15 Maret
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 15 Maret
- Mudik Lebaran 2026: Penumpang Terminal Giwangan Jogja Naik 15 Persen
- Hujan Turun di Puncak Merapi, Warga Diminta Waspada Lahar
- BPBD Bantul: Waspada Banjir dan Longsor Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement








