Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Tenaga Kerja. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Selain melampaui target realisasi, penanaman modal yang tercatat juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dengan total hampir 20 ribu orang.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat nilai investasi sepanjang 2025 mencapai Rp851,7 miliar. Capaian tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha di berbagai sektor, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan secara signifikan.
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, menjelaskan data penyerapan tenaga kerja berasal dari dua sumber pelaporan. Dari sistem Online Single Submission (OSS) tercatat sebanyak 17.625 tenaga kerja, sementara laporan dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menyumbang 2.242 pekerja.
“Jika digabungkan, total tenaga kerja yang terserap dari aktivitas investasi di 2025 mencapai 19.867 orang,” ujar Mugiyanto.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Gunungkidul Mohammad Arif Aldian menyebut realisasi investasi tahun lalu melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Target investasi 2025 sebelumnya dipatok sebesar Rp831,4 miliar, namun realisasinya tembus Rp851.746.764.728. “Ini menunjukkan minat investor terhadap Gunungkidul terus meningkat dan iklim usaha semakin kondusif,” katanya.
Berdasarkan komposisinya, investasi di Gunungkidul masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai sekitar Rp779 miliar. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp72 miliar.
Dari sisi sektor, pertanian dan peternakan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, sektor kesehatan Rp137 miliar, serta perindustrian sebesar Rp115 miliar.
Secara keseluruhan, investasi tersebut terbagi dalam 8.127 proyek yang tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul. Kapanewon Wonosari tercatat sebagai wilayah dengan proyek terbanyak, yakni 1.660 titik.
Berikutnya ada Kapanewon Playen dengan 1.049 proyek, Semanu 568 proyek, dan Ponjong sebanyak 530 proyek. “Sisanya, sekitar 4.320 proyek berada di 13 kapanewon lainnya,” ungkap Aldian.
Ia menambahkan, capaian investasi ini menjadi indikator positif bagi geliat ekonomi daerah. Selain mendorong produktivitas, investasi juga memberikan dampak berantai terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, semuanya ikut terdorong,” kata Aldian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026, Senin 28 September: Alwi Farhan hingga empat wakil bulu tangkis berebut tiket final. Cek selengkapnya.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.