Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tenaga Kerja. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Selain melampaui target realisasi, penanaman modal yang tercatat juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dengan total hampir 20 ribu orang.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat nilai investasi sepanjang 2025 mencapai Rp851,7 miliar. Capaian tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha di berbagai sektor, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan secara signifikan.
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, menjelaskan data penyerapan tenaga kerja berasal dari dua sumber pelaporan. Dari sistem Online Single Submission (OSS) tercatat sebanyak 17.625 tenaga kerja, sementara laporan dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menyumbang 2.242 pekerja.
“Jika digabungkan, total tenaga kerja yang terserap dari aktivitas investasi di 2025 mencapai 19.867 orang,” ujar Mugiyanto.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Gunungkidul Mohammad Arif Aldian menyebut realisasi investasi tahun lalu melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Target investasi 2025 sebelumnya dipatok sebesar Rp831,4 miliar, namun realisasinya tembus Rp851.746.764.728. “Ini menunjukkan minat investor terhadap Gunungkidul terus meningkat dan iklim usaha semakin kondusif,” katanya.
Berdasarkan komposisinya, investasi di Gunungkidul masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai sekitar Rp779 miliar. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp72 miliar.
Dari sisi sektor, pertanian dan peternakan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, sektor kesehatan Rp137 miliar, serta perindustrian sebesar Rp115 miliar.
Secara keseluruhan, investasi tersebut terbagi dalam 8.127 proyek yang tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul. Kapanewon Wonosari tercatat sebagai wilayah dengan proyek terbanyak, yakni 1.660 titik.
Berikutnya ada Kapanewon Playen dengan 1.049 proyek, Semanu 568 proyek, dan Ponjong sebanyak 530 proyek. “Sisanya, sekitar 4.320 proyek berada di 13 kapanewon lainnya,” ungkap Aldian.
Ia menambahkan, capaian investasi ini menjadi indikator positif bagi geliat ekonomi daerah. Selain mendorong produktivitas, investasi juga memberikan dampak berantai terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, semuanya ikut terdorong,” kata Aldian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.