Advertisement
JJLS Gunungkidul Mulai Dilirik Investor, Cold Storage Proyek Perdana
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul mulai menunjukkan dampak positif terhadap iklim investasi. Akses jalan yang membentang dari Purwosari hingga Girisubo tersebut kini mulai dilirik investor sebagai pintu masuk pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah pesisir selatan.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat, salah satu minat investasi yang mulai mengemuka adalah rencana pembangunan cold storage di Kapanewon Rongkop. Ketertarikan ini dinilai menjadi sinyal awal tumbuhnya aktivitas ekonomi di sepanjang JJLS.
Advertisement
Kepala DPMPTSP Gunungkidul Mohammad Arif Aldian mengatakan, meskipun JJLS masih dalam tahap pembangunan, keberadaannya telah memberikan gambaran jelas mengenai kemudahan konektivitas antarkawasan Pantai Selatan Jawa. Kondisi tersebut membuat investor mulai melirik peluang usaha di sekitar jalur tersebut.
“Memang sekarang masih dalam proses pembangunan. Tapi dampaknya akan sangat signifikan untuk pertumbuhan perekonomian sehingga keberadaan jalan ini mulai diminati investor,” katanya, Jumat (23/1/2026).
BACA JUGA
Menurut Aldian, Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan strategi untuk menarik minat penanam modal melalui penyusunan kajian investasi pada 2025. Kajian tersebut dikemas dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang memetakan potensi investasi di sepanjang JJLS.
Kajian IPRO tersebut mencakup tiga zona utama, yakni kawasan barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul, sektor tengah, hingga wilayah timur Gunungkidul. Masing-masing zona disiapkan dengan konsep investasi yang disesuaikan dengan karakter wilayah.
Adapun lokasi yang masuk dalam kajian antara lain pengembangan Agrowisata di Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari; Agribisnis Cold Storage di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop; serta Rest Area dan Akomodasi di kawasan Kelok 23, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari.
“Ini sebagai promosi potensi dan peluang investasi di Gunungkidul. Investor mendapatkan informasi detail mengenai proyek investasi siap ditawarkan atau IPRO, sehingga diharapkan muncul kepeminatan investasi yang telah melalui kajian,” katanya.
Aldian mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada investor yang menunjukkan ketertarikan serius untuk membangun fasilitas cold storage di Kalurahan Semugih, Rongkop. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada dekat dengan JJLS, sehingga memudahkan distribusi dan akses transportasi.
“Jadi tidak melulu yang mendekati pantai, tetapi juga yang memanfaatkan kemudahan akses transportasi dari JJLS,” katanya.
Mantan Kepala Bappeda Gunungkidul ini menambahkan, minat investor tersebut telah diawali dengan konsultasi terkait peluang usaha cold storage, sekaligus pendalaman potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di kawasan JJLS.
“Sekarang masih dalam tahap kajian. Namun kami berharap rencana ini bisa direalisasikan sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan di Gunungkidul, khususnya di kawasan JJLS,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
Advertisement
Advertisement






